Kondisinya Memprihatinkan, Situs Goa Seluman di Wonocatur akan Dipulihkan

share on:
Rombongan dari Kraton Yogyakarta saat meninjau langsung bagian dalam Goa Seluman di Wonocatur, Rabu (27/9/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Rombongan dari Kraton Yogyakarta dan Panitikismo dipimpin KPH Purbodiningrat melakukan peninjauan Situs Goa Seluman di Wonocatur Banguntapan Kabupaten Bantul, Rabu (27/9/2023).

Situs ini merupakan tempat untuk pesanggrahan yang dibangun pada masa Pemerintahan Hamengku Buwono II (1691-1700 Masehi). Luasnya 6 hektar lebih. Usianya yang tua itu mengakibatkan kondisi peninggalan bersejarah sudah mengalami kerusakan di sejumlah bagian, sehingga direncanakan akan segera dipulihkan.

Plang yang menegaskan Goa Seluman sebagai cagar budaya || YP-Supardi

“Salah satu bukti bahwa ini perlu dilakukan revitalisasi dinataranya di bagian lorong goa ini justru digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga. Ini harus ditata kembali,” ungkap KPH Purbodiningrat.   

BACA JUGA: Putusan Menolak Eksepsi Lurah Caturtunggal Diwarnai Dissenting Opinion

Sementara itu, Juru Pelihara Situs Goa Seluman, Bidianto (49), mengatakan salah satu bukti bahwa situs tersebut dibangun pada 1691 dapat dilihat dari adanya prasasti jawa kuna yang bertuliskan ‘Lajering Sekar Senesep Peksi’ yang jika dicermati dapat dimaknai bilangan 1961 yang menurut hitungan jawa dibalik menjadi 1691.

“Bangunan tinggalan zaman HB II yang ada di tempat ini diantaranya berua patung Peksi (burung) Beri yaitu titian atau merupakan tumpakan Dewa Wisnu. Selain itu patung naga yang menunjukan kekuatan dan patung singa yang merupakan hewan kalangenan penguasa saat itu,” jelasnya.

Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa, mengungkapkan pihaknya menyambut positif peninjuan dan pelestarian situs ini. “Menurut hemat saya jika situs ini dilestariakan sangatlah positif dan bermanfaat. Potensial untuk wisata, pendidikan dan ekonomi di masa mendatang. Jadi saya selaku Panewu mendukung itu dan wewenangnya tentang situs ini di Kraton Yogyakarta,” katanya.

BACA JUGA: Di Masjid Kamaluddin, 12 Grup Hadroh Meriahkan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW

Menurut Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bantul, Teguh Santoso SE, berharap nantinya situs tersebut dapat dilestarikan untuk menguatkan perekonomian, pendidikan penelitian, referensi sejarah dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat serta pemerintah.

“Saya berharap jangan sampai situs itu rusak dan dibiarkan begitu saja karena mempunyai nilai sejarah dan potensi yang tinggi di sektor ekonomi, pendidikan dan hiburan bagi manusia,” tukasnya. (Spd)

 


share on: