Konser Kamardikan, Sultan HB X: Musik Dapat Menggugah Rasa Kemanusiaan

share on:
Gubernur DIY membrikan sambutan Konser Kamardikan Yogyakarta Royal Orchestra bertempat di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, Kemandungan Ler Kraton Yogyakarta, Sabtu (26/8/2023) malam || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, musik dapat menggugah rasa simpati dan empati kepada orang lain serta rasa kemanusiaan untuk membangun peradaban bangsa. Tanpa peradaban, tak akan ada bangsa. Dan hanya dengan membangun kembali cinta, kasih sayang dan perdamaian itulah, rasanya yang paling tepat.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutan Konser Kamardikan Yogyakarta Royal Orchestra bertempat di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, Kemandungan Ler Kraton Yogyakarta, Sabtu (26/8/2023) malam.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Joko Purnomo, Gubernur AAU Marsda TNI Eko D. Indarto, Kabinda DIY Brigjen TNI Rachmat Puji Susetyo, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Dedy Susanto, Ketua DPRD DIY Sunardi, dan para Bupati se DIY.

Konser Kamardikan atau Kemerdekaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI dibuka untuk umum dengan menyajikan lagu-lagu perjuangan dan lagu tradisional.

Gubernur mengungkapkan, para penggemar musik klasik memahami, bahwa komposisi-komposisi indah dari Giuseppe Verdi dalam opera “Aida”, telah dijiwai roh dengan seruan integrasi bangsa. 

Sementara itu, mengutip Barbara Ward bahwa kita harus belajar mencintai satu sama lain, atau kita semua akan lenyap, Gubernur menyatakan peringatan tersebut tampaknya ada relevansinya dengan dunia kita sekarang, dimana sebagian besar hubungan antar manusia semakin renggang, akibat kepentingan individu dan pengejaran materi secara berlebihan, hingga melupakan aspek terdalam dari kehidupan manusia yang sangat dibutuhkan, yakni: cinta, kasih sayang dan perdamaian.

Merusak peradaban, ternyata dapat terjadi dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Ketidakpedulian dan ketidakpekaan akan pentingnya membangun peradaban, sudah cukup untuk membuat peradaban yang ada terancam sirna sepanjang masa. “Peradaban harus didesain dengan kesadaran, kesengajaan, kebersamaan dan komitmen, yang didasarkan atas nilai-nilai kehidupan bersama yang paling dasar,” tegas Sultan. 

Penghageng KHP Nityabudaya GKR Bendara dalam sambutannya mengatakan, bagi masyarakat penting untuk meninjau ulang warisan pengetahuan leluhur berupa ilmu petung primbon hingga tradisi orang mengenai kearifan lokal yang ada. 

“Keraton terus mengupayakan hingga hari ini berkaca pada falsafah, berbagai langkah dalam menjaga keseimbangan alam terus dilakukan oleh keraton. Penanaman pohon sepanjang kawasan sumbu filosofi perawatan vegetasi di dalam tembok Keraton hingga pemanfaatannya,” ungkapnya.

Jika melihat Keraton penuh dengan beragam vegetasi, itulah wujud dari pelestarian yang dilakukan. Akhirnya Narawandira berada pada penghujung pagelarannya esok hari tanggal 27 Agustus 2023 pameran secara resmi ditutup. 

“Terima kasih untuk seluruh tim produksi pameran tim edukator komunitas dan lembaga yang mendukung pameran serta rekan-rekan media. Lebih dari 177.000 wisatawan domestik dan 26.000 wisatawan Mancanegara hadir untuk menyaksikan pameran Narawandira, semoga langkah kecil pelestarian yang dilakukan oleh kita semua dapat memberi perubahan suatu masa kelak,” pungkasnya. (*/Met)

 


share on: