Yogyapos.com (YOGYA) - Indonesia memiliki seni dan budaya yang bernilai tinggi. Salah satunya adalah seni tari tradisi yang patut dilestarikan agar nilai-nilai maupun keunikannya tidak luntur ditelan zaman. Karena itulah, Sanggar Seni Kinanti Sekar (SSKS) berkomitmen menjaga hal tersebut melalui Pentas Nyawiji yang berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (10/12/2023).
BACA JUGA: Antisipasi Kecurangan, Puluhan Advokat Yogya Bentuk Tim Siaga Kawal Pemilu 2024
Pendiri SSKS, Kinanti Sekar Rahina menuturkan Pentas Nyawiji adalah pementasan tari dari seluruh sedulur (siswa siswi) sanggar yang telah mengikuti pembelajaran selama kurang lebih empat bulan. Pementasan juga dimaksudkan sebagai media ekspresi, apresiasi, serta pengembangan diri siswa.
BACA JUGA: Ferdinand Mirkovic Siap Riis 'Hari Ini, Esok dan Nanti' Bersama Senada Digital
“Pentas Nyawiji kali ini merupakan pementasan ke-22 sejak SSKS berdiri. Dengan pementasan, siswa akan lebih percaya diri menampilkan bakatnya di depan umum. Di samping itu untuk memperkenalkan seni tari tradisi di kalangan modern seperti sekarang,” ujarnya
Kinanti Sekar Rahina memberikan sambutan pementasan || YP-Mufti AM
Kinanti Sekar mengatakan, secara pribadi Pentas Nyawiji ke-22 memberi kesempatan kepada dirinya merasakan kembali suasana pertunjukan setelah sekian lama tidak menari di atas panggung. Dia turut menari dalam satu pementasan Betari Paramastri ‘Harmoni Nusantara’ karyanya sendiri.
BACA JUGA: Sudirman Said: Penguasa Sedang Tuna Malu, Mengangkangi Nalar
“Betari Paramastri adalah ibu-ibu yang meluangkan waktu di sela banyaknya kesibukan atau aktivitas harian. Kami pun membuka ruang bagi orang tua siswa. Jadi bagi yang ingin bergabung dan meluangkan waktu merilis aktvitas melalui dunia tari dipersilahkan,” katanya.
Siswi kelas Nyawiji SSKS || YP-Mufti AM
Kinanti Sekar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya belajar menari di SSKS. Dia berharap pentas menampilkan terbaik dari yang terbaik serta menjadi wadah siswa mengembangkan bakat dan mengekspresikan diri.
Pentas Nyawiji menampilkan 30 kelas siswa dari berbagai cabang SSKS di Yogyakarta. Pada kesempatan ini diserahkan pula sertifikat kelulusan siswa yang telah menyelesaikan program. Pentas Nyawiji diakhiri dengan flashmob seluruh siswa, pengajar, dan orang tua. (Mufti AM)
