Lindungi Informasi Perkara, Mahkamah Agung Luncurkan MA-Csirt

share on:
Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Syarifuddin, memberikan sambutannya saat meluncurkan MA-CSIRT (Computer Incident Security Response Team) di hotel Aryaduta, Jakarta || YP-Dok MA

Yogyapos.com (JAKARTA) - Dalam rangka menghindari serangan siber bagi data-data yang dimiliki Mahkamah Agung, Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Syarifuddin, meluncurkan MA-CSIRT (Computer Incident Security Response Team) di hotel Aryaduta, Jakarta.

Aplikasi itu merupakan hasil kerja sama antara Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

CSIRT merupakan kelompok dalam suatu lembaga yang menyediakan layanan dan dukungan kepada organisasi untuk mencegah, mengelola, dan menanggapi insiden keamanan informasi. Sedangkan MA-CSIRT adalah CSIRT sektor pemerintah di bidang yudisial yang secara langsung mengkoordinir pelaksanaan kegiatan tanggap terhadap insiden siber di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya.

BACA JUGA: Tim Pengacara Nyatakan Jujur Santoso Orang Jujur, Mohon Dibebaskan

Sebagaimana diketahui bahwa core business Mahkamah Agung adalah data informasi perkara.  Data tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat internasional pada umumnya.  Sehingga perlindungan dan keamanan terhadap data tersebut menjadi kebutuhan yang utama.

Perlindungan dari gangguan dan insiden siber yang dapat merusak dan mengganggu kelancaran proses penyajian informasi kepada publik dan para pencari keadilan. Perlindungan sistem keamanan informasi dan data ini juga merupakan bagian yang sangat penting bagi berjalannya modernisasi peradilan.

M. Syarifuddin menyatakan, pembentukan CSIRT pada lembaga yang memiliki informasi strategis seperti Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya sangat dibutuhkan, mengingat jumlah serangan siber saat ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, selain itu, sistem elektronik yang dipublikasikan jumlahnya semakin banyak serta data yang dimiliki bersifat sangat penting sehingga memicu terjadinya serangan secara siber.

BACA JUGA: Kasus Bayi 'Hugel' Dibuang ke Sungai, Sang Ibu Ikut Jadi Tersangka dan Ditahan

“Pembentukan MA-CISRT itu, tambahnya, sejalan dengan Program Pemerintah terkait dengan RPJMN tahun 2020-2024 untuk Bidang Pertahanan dan Keamanan yang dituangkan dalam Program Prioritas Nasional Rencana Kerja Pemerintah tentang Penguatan Keamanan dan Ketahanan Siber yang salah satu program kerjanya adalah Pembangunan dan Penguatan CSIRT,” terang Syarifuddin, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (22/9/2023).

Lanjut Syarifuddin, MA-CSIRT itu diharapakan dapat memberikan sistem keamanan Informasi yang andal di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya.

“Saya berharap kepada Tim MA-CSIRT dapat berkerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, karena informasi yang harus dilindungi menyangkut data perkara yang sangat dibutuhkan oleh para pencari keadilan,” harap Syarifuddin.

Melihat pentingnya MA-CSIRT ini, orang nomor satu di Mahkamah Agung (MA) itu juga berharap agar ke depannya MA-CSIRT ini bisa dibentuk pada masing-masing unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Mahkamah Agung, sehingga bisa lebih mudah dan cepat dalam melakukan respons dan antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya insiden siber.

Wakil BSSN Komjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, mendukung dan menyambut baik peluncuran MA-CSIRT. Kerja sama antara Mahkamah Agung dan BSSN bisa berjalan dengan optimal dan efisien khususnya dalam melindungi data dan informasi serta menciptakan ekosistem siber yang lebih baik.

BACA JUGA: Penyidik Kejati DIY Periksa 6 Notaris Terkait Kasus TKD Caturtunggal, Ini Inisialnya

Sambungnya, lingkungan digital yang aman adalah salah satu yang mendorong transformasi digital dalam mempercepat pemulihan global. Ia menambahkan, mengutip dari pidato Jokowi pada pembukaan KTT G20 2022 lalu bahwa kebocoran data akibat kejahatan siber berpotensi menimbulkan kerugian hingga 5 trilliun dollar.

Ruang siber merupakan spektrum elektromagnetik yang terhubung dengan teknologi informasi dan komunikasi dan jaringan internet. Ruang siber membentuk domain dunia baru, selain darat, udara dan laut. Ruang siber jika digunakan dengan baik akan mendatangkan manfaat seperti peluang kesejahteraan namun ia juga menimbulkan ancaman kejahatan jika tidak dilindungi.

Untuk itu, ia menyampaikan bahwa menciptakan ruang siber yang aman adalah tugas bersama yang dilaksanakan secara semesta. (*)

 

 

 


share on: