Masa Depan Monolog Yogya Dapat Dicerahkan

share on:
Joanna Dyah in action monolog 'Paalgunii' di JEC Yogya, Jumat (23/8/2019) malam || YP/Mustofa W Hasyim

Yogyapos.com (YOGYA) - Monolog, seni pertunjukan paling sunyi karena jarang dipentaskan, langka aktor dan naskah kurang laku kalau diterbitkan jadi buku sesungguhnya masih bisa dicerahkan  nasibnya. Pada tahun 1980-an dan 1990-an monolog pernah berjaya di Yogyakarta, sampai mampu menghadirkan parade monolog.

Suasana kondusif bagi monolog pararel dengan kondisi positif teater di Yogyakarta. Tahun 2 itu merupakan tahun subur bagi teater. "Sayang mulai tahun 2000-an kehidupan monolog meredup dan tinggal sisa sisa potensinya yang masih berdenyut," tutur Indra Tranggono pada Bincang-Bincang Sastra (BBS) dengan topik ‘Irama Lain Monolog Yogyakarta’ di panggung dialog Mocosik JEC, Jum'at (23/8/2019) malam. Selain Indra Tranggono yang berbicara tentang sosiologi dan suka duka nasib monolog sebagai seni pertunjukan, ada Banyu Bening aktivis teater generasi kini yang berbicara tentang seluk beluk monolog dari sudut keaktoran dan teater.

Banyu Bening berusaha memperbaiki kehidupan monolog dan teater Yogyakarta dengan mendokumentasikan naskah teater dan monolog. Sebelum dialog tentang monolog berlangsung intensif, naskah monolog berjudul Paalgunii karya Joanna Dyah dipentaskan oleh penulisnya. Pentas monolog ini cukup memukau hadirin pengunjung pameran buku dan musik Mocosik hari pertama di JEC itu. Selanjutnya, dialog tentang monolog yang dimoderatori Latief S Nugroho dari SPS Yogyakarta membicarakan nasib dan masa depan monolog di Yogyakarta.

"Salah satunya, dengan menyelenggarakan lomba penulisan naskah monolog," kata Indra Tranggono. Ide ini disambut Banyu Bening, "Saya setuju dengan akan hadirnya naskah monolog baru yang lebih segar dan cocok dengan generasi kekinian seperti saya," tukasnya.

Sukandar, dari SPS Yogyakarta gembira melihat dialog tentang monolog yang segar. "Kami sebagai penyelenggara yang bekerjasama dengan manajemen Mocosik dan Rumah Ontosoroh tentu ingin dialog produktif ini ada tindak lanjutnya," katanya. (Mus) 


share on: