Ketika bicara Coklat, apa yang terbayang di benak anda? Sebuah negara di Eropa dengan hamparan pegunungan salju dan daun-daun yang berguguran saat datang musim semi? Bisa jadi, karena selama ini coklat terbaik yang ada di Indonesia sebagian besar diimport dari Eropa. Padahal, perkebunan Kakao di Indonesia sangat luas dan kualitas coklat di Indonesia juga sangat bagus. Bahkan sebagian besar coklat di Indonesia justru di eksport untuk memenuhi kebutuhan produksi kuliner coklat di luar negeri.
Atas dasar kondisi itu Reny Firmansyah, seorang pengusaha kuliner "Coklat Joyo" di Yogya kemudian mempunyai gagasan untuk membuat usaha kuliner berbahan coklat dengan rasa yang sangat nusantara. Coklat tidak hanya disajikan sebagai coklat asli tetapi diramu dengan berbagai rasa yang bervariasi sehingga lahirlah sekitar 13 varian rasa yang tidak ditemukan di termpat lain. Beberapa rasa yang sangat populer dan banyak diminati penggemar antara lain adalah coklat rasa rempah, coklat rasa kopi maupun coklat meletus. Varian terakhir merupakan coklat yang didalamnya terdapat semacam butiran soda yang jika digigit maka butiran soda itu akan memberi sensasi yang meletus-letus di lidah.
"Varian ini bukan hanya digemari anak-anak, tetapi juga orang dewasa, karena ana sensasi lain saat merasakannya," ujar Reny kepada Yogyapos.com (18/12/2018)
Ditambahkan Reny, usaha Coklat Joyo merupakan usaha untuk memasyarakatkan makanan asli dalam negeri, setelah sebelumnya suaminya berhasil melakukan usaha serupa berbahan dasar Ketela. Karena itu, dalam usaha cokalt ini bahan dasar dari semua makanan tersebut bahan dasarnya berasal dari perkebunan coklat domestik. Hanya saja, karena saatnya usahanya belum begitu bear, maka usaha bisnisnya masih dikerjakan dalam skala bisnis rumahan.
Selain menonjolakan sensasi rasa yang berbeda, Coklat Joyo juga berusaha tampil beda dalam kemasan. Setiap produksi untuk setiap jenis varian selalu dikemas secara berbeda dengan menampilkan potensi wisata yang ada di Jogjakarta seperti Candi Prambanan, Kraton, Gua Pindul, Pantai Indrayanti maupun Objek wisata lainnya, sehingga kemasan coklat ini sekaligus dapat menjadi referensi wisata bagi setiap wisatawan yang ada di Yogya. Selain itu, dalam sisi pemasaran, Coklat Joyo menjadikan makanan ini lebih cenderung sebagai sovenir yang hanya dapat dijumpai di 5 gerai yang ada di Yogyakarta. "Karena itu, bagi yang ingin mencicipi memang harus pergi ke Yogya, karena kita tak menjualnya di tempat lain," ujar Reny.
Menurut Reny, strategi marketing secara ekslusif ini yang selama ini terbukti ampuh dalam menghadapi persaingan dengan coklat pabrikan dengan skala usaha yang lebih besar. Sedangkan omzet usaha makanan ini mencapai Rp 30 juta setiap bulannya. "Pada saat liburan atau saat hari raya biasanya sangat rama," ujar Reny (Sulistyawan)
