Menurun, Volume Bus AKAP di Terminal Giwangan Yogya

share on:
Petugas UPT Terminal Giwangan bersama Dishub melakukan pengecekan bus || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jabodetabek serta pengawasan ketat terhadap kendaraan non AB yang masuk ke wilayah DIY, membuat Terminal Giwangan sepi dari bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Sejumlah agen tiket bus pun terpaksa menutup lapaknya.

Tidak banyak bus yang beroperasi. Aktivitas menurunkan dan menaikkan penumpang nampak landai. Beberapa bus hanya transit parkir. Hilir mudik mayoritas dari bus Trans Jogja. Namun petugas UPT Terminal Giwangan tetap menjalankan pengecekan sesuai prosedur Dirjen Perhubungan Darat.

Bekti Zunanta selaku Kepala UPT Terminal Giwangan kepada Yogyapos.com, Selasa (28/4/2020) mengatakan, suasana Terminal Giwangan sepi dan volume penumpang menurun hingga 50 persen. “Kebijakan PSBB di Jabodetabek serta pengawasan ketat kendaraan yang masuk ke wilayah DIY, berdampak pada volume penumpang di Terminal Giwangan. Namun prosedur pengecekan terhadap bus yang transit ke Terminal Giwangan tetap kami lakukan sesuai arahan Dishub,” ujar Bekti.

Bekti melanjutkan, ada sejumlah terminal yang menjadi titik pantau. Yakni Tirtonadi, Kudus, Terboyo, Tidar dan beberapa yang lain. Namun sejauh ini, Giwangan tidak termasuk dari terminal titik pantau. “Ya, memang tidak ada yang masuk ke Terminal Giwangan. Volumenya sangat sedikit. Terkait potensi pemudik, kemungkinan penumpang bocor sangat minim. Hingga hari ini, data yang kami peroleh belum ada pemudik asal daerah lain (Jabodetabek) yang masuk ke Terminal Giwangan,” tandasnya.(Dol)

 

 

 


share on: