Yogyapos.com (YOGYA) - Revolusi 4.0 terhadap teknologi informasi (TI), banyak sekali memberikan beragam pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Tak terkecuali oleh warga yang tinggal di Indonesia. Sedangkan kemudahan untuk mengakses serta memberikan informasi, menjadi salah satu tulang punggung dari revolusi tersebut. Salah satunya melalui gawai pintar, yang dengannya semua orang bisa berkomunikasi secara lebih mudah walau di sisi lain memunculkan masalah sosial yang baru. Pengguna gawai pintar mendapatkan kebebasan yang merugikan orang lain.
Fenomena itulah yang diungkap Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Muttaqien MSn, melalui karya video animasi mulut yang mengucapkan beragam kata kasar dalam sebuah gadget.
Muttaqien, yang akrab disapa Angki, menyatakan karyanya itu merupakan representasi dari revolusi teknologi informasi yang telah merombak tata cara mengenai bagaimana berinteraksi dengan orang lain.
Revolusi itu banyak sekali mendobrak sekat moral di dunia nyata. "Terutama mengenai bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain," tandas Muhammad Muttaqien, Kamis (24/1/2019).
Menurut dia, pada gawai yang kita gunakan untuk menjadi media berkomunikasi berubah menjadi penyalur kebebasan yang tak terkontrol.
Ini kemudian 'memerkosa' nurani manusia yang kemudian mendorong mereka menjadi berani menghujat dan menghina orang lainnya. "Meski bahkan tanpa alasan yang jelas," tandasnya.
Karenanya, lalu muncul perundungan di dunia maya dan tindakan tidak etis lainnya. Dan melalui media tersebut, Muttaqien menyampaikan dampak dari kata yang kita ucapkan. Alat berupa gawai tersebut menjadi keran untuk mengeluarkan berbagai pendapat. "Bahkan yang tidak senonoh sekalipun," kata Muttaqien.
Harapannya, pesan dari setiap gagasan yang ditampilkannya itu dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat. (Afn)
