Yogyapos.com (KULONPROGO) - Libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad akhir pekan ini menjadi kabar gembira bagi pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta, terutama pelaku usaha hotel. Hingga pertengahan pekan, okupansi kamar hotel di Yogyakarta sudah mencapai di angka 60 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, tren reservasi pada masa pandemi ini memang mengalami perubahan signifikan. Para wisatawan cenderung memesan kamar mendekati hari libur.
“Kalau normal itu, tiga, atau tujuh hari sebelumnya sudah reservasi. Tapi, sekarang kebanyakan baru satu hari sebelum melalui aplikasi online, atau bahkan mereka datang langsung ke hotelnya. Kami berharap ketika memasuki fase libur panjang ini, kamar-kamar hotel di Yogyakarta bisa terisi sesuai target 80 persen,” ujar Deddy ditemui yogyapos.com, di sela acara 9 Anniversary Royal Ambarrukmo di Bandara YIA Kulonprogo, Rabu (28/10/2020).
Dari data PHRI DIY, reservasi masuk sudah 60 persen. Mereka dating dari Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Kaltim, Kalsel dan Sulsel. Rata-rata menginap
Lanjut Deddy, pihaknya melakukan upaya pemerataan agar hotel-hotel di seantero Yogyakarta dapat bergairah lagi seperti sedia kala. Dengan begitu, manfaat dari libur panjang nanti bisa dirasakan oleh semua pelaku wisata, tidak hanya yang berlabel menengah ke atas saja.
“Kita memang berupaya ada pemerataan. Kalau selama ini hanya sektor tengah dan utara yang tinggi, harapannya di timur, barat dan selatan, bisa begitu juga,” ungkap pria plontos ini. (Fadholy)
