Yogyapos.com (YOGYA) - Musik adalah media dialog dengan semesta. Dalam proses kreatif yang mengalir, kutub-kutub ego dipertemukan secara dialogis. Perlu waktu untuk mempertemukan kutub itu dalam gelombang yang sama. Bila saling membuka diri dan mau saling mengisi, akan melahirkan irama penuh harmoni, sakral, dan kontemplatif.
Demikian antara lain perbincangan yogyapos.com dengan musisi Bagus Mazasupa di sela-sela latihan di bilangan Jalan Godean Sleman, Sabtu (27/7/2019).
Bagus adalah salah satu pentolan kelompok musik Bulan Jingga yang akan melaunching album kedua bertajuk "Rahasia Waktu" di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 7 Agustus 2019 mulai 19.00. Album pertama mereka "Melukis Sunyi" telah sukses di-launching pada 2015. Personil lengkap Bulan Jingga adalah Tomy Vernando (drum), Tauhid Subarkah (bass), Fajar Lintar (gitar) dan Bagus Mazasupa (piano).
"Sejak launching album pertama, kami tak henti berproses untuk menemukan warna dan karakter. Alhamdulillah, melalui proses panjang, kami mulai menemukan identitas musik. Prinsipnya, kami merdeka dalam berekspresi", lanjut musisi kelompok Sirkus Barock ini. Dalam menapaki proses itu, lanjutnya, Bulan Jingga mampu melahirkan sepuluh lagu dalam genre instrumental yang dikemas dalam album "Rahasia Waktu".
“Bahwa kemudian kami berempat bisa menemukan gelombang yang sama, ya itulah rahasia waktu. Semua mengalir begitu saja. Ide muncul secara mendadak, melodi kami temukan sesaat, lalu kami komunikasikan bersama. Untuk itu kami adakan workshop di Karawang untuk menemukan harmoni. Kadang muncul masalah seperti mengakomodasi tuntutan atau selera pasar dengan idealisme bermusik, tapi kembali ke bagaimana harmoni ini mengalir menuju muara,” sambung basser Tauhid Subarkah.
Dalam launching 7 Agustus 2019 nanti, kata gitaris Fajar Lintar, akan tampil berkolaborasi musisi beken Tohpati, Dewa Budjana, dan Oppie Andarista. "Oppie akan menyanyikan salah satu lagu kami Jula-Juli. Kami berharap pentas nanti benar-benar menyajikan sesuatu yang tidak saja menghibur tapi juga mengajak penonton berkontemplasi", tandasnya. Tampil juga Windasita dan Zaraswara String Ensambel.
Sementara itu mentor mereka, Sawung Jabo, yang juga nahkoda Sirkus Barock, menaruh optimis pada kelompok musik Bulan Jingga. “Kelompok ini sangat serius dalam menemuki musiknya, yang bisa memberi sayap-sayap imajinasi bagi Anda,” pesannya melalui video yang dibuat di Australia dan dikirim kepada Bagus.
Jabo memang berharap agar tiap personil Sirkus Barock yang sudah jadi musisi sebelumnya bisa memperkuat warna dan karakter masing-masing melalui proyek atau workshop. “Ini berawal dari gagasan Very Adrian dan Cak Jabo di pertengahan 2012. Cak Jabo ingin setiap personil Sirkus Barock dapat melakukan sesuatu untuk menunjukkan bahwa karakter Sirkus Barock bisa seperti saat ini karena ada akar dan karakter yang telah dimiliki masing-masing musisi,” tandas Bagus. Maka muncullah Semendelic-Sinung Garjito, Molimo-Toto Tewel, NOS-Ucok Hutabarat, in Progress-Denny Dumbo, Nasution Project-Endy Baroque, dan KANCAKU-Bagus Mazasupa. Kancaku inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Bulan Jingga. (Iud)
