Pandhawa Kumpul, Rekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

share on:

Yogyapos.com (YOGYA) - Dalang kondang asal Rembang Jateng Ki Sigid Ariyanto mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan ini. Kondisi sosial saat ini, bangsa Indonesia rentan terhadap perselisihan dan gesekan antar anak bangsa yang mengancam persatuan kesatuan. Jangankan antar agama, sesama agama atau sesama partai pun congkrah. 

“Lakon Pandowo Kumpul juga berkisah tentang berkumpulnya manusia, bertemunya para penggiat seni dan budayawan,” demikian inti pesan moral yang disampaikan melalui pertunjukkan wayang kulit. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk.  Pertunjukkan wayang kulit Pandhawa Kumpul digelar di Joglo TKIT Omah Lintang (milik Amir Syarifudin), Jagangrejo, Banguntapan, Bantul, Sabtu (6/5/23) malam. Pergelaran wayang ini dalam rangka HUT Pandemen Wayang Ki Seno Nugroho (PWKS) ke-9. Sebelum Ki Sigid Aryanto, tampil aksi sejumlah dalang cilik. 

Lakon Pandhawa Kumpul, lanjut Ki Dalang Sigid, menceritakan para pandawa yang sedang nyamar di negoro wirata. Setelah Pandawa kalah dalam permainan dadu melawan Kurawa mereka harus melakukan pengasingan ke hutan belantara selama 12 tahun di tambah satu tahun lagi masa  persembunyian sehingga total menjadi 13 tahun. 

Mereka bersembunyi di hutan yang masuk ke wilayah Kerajaan Wirata. Dua belas tahun pertama terlampaui. Pada saat memasuki fase 1 tahun terakhir kemudian mereka harus berpisah untuk menghindari agar penyamaran tidak terungkap. Karena jika ketahuan mereka harus dibuang lagi selama 12 tahun. 

“Dalam penyamaran itu Patih Wirata yang bernama Kicaka jatuh cinta pada Drupadi dan hendak memaksa menikahinya. Bima yang marah kemudian membunuh Kicaka. Raja Susarma yang mendengar kabar tewasnya Kicaka membujuk Kurawa agar menyerang Wirata. Dengan bantuan Pandawa, Susarma berhasil dikalahkan, tepat saat masa pengasingan itu berakhir. Sehingga Pandawa bisa kembali bersatu dan berhikmat ke Amarta,” tandasnya.

Penasihat PWKS, Amir Syarifudin mengatakan PWKS adalah organisasi penggemar Ki  Seno Nugroho. Hingga sekarang, PWKS beranggotakan  92.652 anggota se-Indonesia. Sebelum pergelaran wayang, diselenggarakan syawalan anggota PWKS dan para dalang di DIY. Dihadiri dalang sepuh dan  dalang muda. Termasuk  paguyuban dalang Pepadi.

“Acara ini untuk melestarikan wayang kulit dan regenarsi budaya,” kata Amir Syarifuddin yang juga anggota DPRD DIY Fraksi PKS. (Yuliantoro)

 


share on: