MENINGKATKAN komunikasi secara lebih intensif dengan stakeholder pemerintah adalah salah satu program jangka pendek yang akan dilakukan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Yogyakarta dibawah kepemimpinan H Haryanto SE ST. Hal ini menjadi keniscayaan, selaras dengan kebijakan pembangunan insfrastruktur yang terus menerus akan dilakukan oleh pemerintah.
“Tentu saja kami meningkatkan komunikasi dengan pemangku kewilayahan di 45 Kelurahan yang ada di Yogyakarta terkait dengan program Dana Kelurahan,” ujar H Haryanto SE ST yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Gapensi Kota Yogyakarta, di rumahnya Bangirejo, Kricak, Yogyakarta, Jumat (29/11/2019).
Haryanto sangat layak menjadi Ketua Umum Gapensi Yogyakarta, periode 2019-2024. Jauh hari sebelum berlangsung Muscab, pria supel ini sudah digadang-gadang oleh anggota-anggota muda organisasinya para pengusaha jasa konstruksi tersebut. Dinilai sebagai pengusaha ulet dan berprestasi dalam mengerjakan proyek-proyek penting.
Maklum, Direktur CV Aldimas ini sudah cukup lama malang melintang menduduki jabatan penting di sejumlah organisasi terkait dengan bidang profesinya. Ia pernah menjadi Ketua LPMK Kricak, Bendahara Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta., Sekretaris Gapensi Yogyakarta, Wakil Ketua I Gapensi Yogyakarta dan Ketua Asosiasi LPMK Yogyakarta.
“Ia betul, di Gapensi ini saya dulu dipercaya menjadi Sekretaris, lalu Wakil Ketua I. Mungkin dari perjalanan itu teman-teman memberikan kepercayaan untuk melanjutkan menggerakkan roda organisasi Gapensi,” tuturnya, kalem.
Atas kepercayaan itulah, Haryanto bertekad mewujudkan visinya menjadikan Gapensi sebagai organisasi yang mandiri dan profesional. Ini meniscayakan semua anggotanya untuk tetap solid, ikut nyengkuyung menjadikan wadah pemersatu pelaksana konstruksi yang berkeahlian, tanggap terhadap kemajuan dan menjunjung kode etik, serta tertib hukum dalam menjalankan pengabdian usaha menuju perkembangan ekonomi yang sehat untuk kesejahteraan.
Viisi demikian, tentu saja diikuti dengan sosialisasi kepada anggota tentang aturan-aturan yang berlaku sekarang terkait pelaksanaan konstruksi, sehingga mereka jangan sampai ketinggalan informasi. Sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan benar-benar berdasarkan aturan yang berlaku, semisal mengenai persyaratan detai lelang dan sebagainya.
“Organisasi wajib memberikan informasi dan menampung ide-ide anggota untuk kemajuan pekerjaan. Ini dilakukan demi terjadinya iklim kerja yang kapabel, akuntabel dan penuh tanggung jawab sesuai aturan yang ada,” katanya.
Di sisi lain, Haryanto juga sangat konsen dengan ide-ide usaha mandiri organisasi agar dalam jangka panjang di bidang keuangan tidak lagi membebani anggota. Selain itu berupaya menggaet lebih banyak anggota ‘pulang kandang’ membesarkan Gapensi sebagai wadah organisasi pelaksana konstruksi yang besar. (Dedy/Met)
