Yogyapos.com (SLEMAN) - Hasil laboratorium Litbang Kemenkes menyatakan jika sampel pasien RSUP Sardjito yang masih balita asal Hainan Tiongkok, secara klinis tidak menujukkan terpapar infeksi paru-paru (pneumonia). Pihak RSUP Sardjito pun menyatakan jika pasien tersebut negatif terindikasi virus corona (NCOV).
Kabag Hukum dan Humas Banu Hermawan SH mengatakan, pada Kamis (30/1) pagi sekitar pukul 09.30, pasien balita tersebut sudah diperbolehkan pulang, lantaran kondisinya sudah stabil. “Kami pastikan pasien negative virus Corona. Dan kami tegaskan, RSUP Sardjito dan Yogya masih aman dari wabah virus Corona tersebut. Situasi ini sempat membuat resah masyarakat dan kami berusaha meluruskan hal tersebut,” kata Banu dalam jumpa pers Kamis (30/1) di Gedung Diklat, didampingi dokter anak dr Amalia Setyati Sp.A (K) serta dokter spesialis paru-paru dr Ika Trisnawati Sp.PD K-P.
Lanjut dr Amalia, balita tersebut merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit JIH Yogyakarta dengan keluhan demam tinggi, batuk pilek, serta tidak mau makan dan minum. “Dibawa ke RS JIH pada Selasa, 28 Januari lalu karena mengalami demam usai tiba dari Tiongkok. Untuk mendapatkan kepastian diagnosa, RS JIH merujuk pasien ini ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa sore. Tanda-tanda klinisnya memang tidak kami temukan, khususnya pneumonia,” ujar dr Amalia.
Sedangkan dr Ika menambahkan, balita tersebut sempat menjalani perawatan di ruang isolasi. Walaupun ditempatkan di ruang isolasi, tapi penanganannya biasa, bukan standar untuk kasus Virus Corona. “Saat dirujuk kesini, balita tersebut mengalami panas hingga 38 derajat Celsius. Namun berangsur turun dan semakin stabil kondisinya. Indikasi seperti sesak napas juga tidak ditemukan. Dan kini balita tersebut sudah diperbolehkan pulang,” pungkas dr Ika. (Dol)
