Yogyapos.com (BANTUL) - Pelepasan ‘Tukik’ (anak penyu) meramaikan kegiatan peringatan Hari Pariwisata se-Dunia yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Bantul bersama PHRI), di Pantai Goa Cemara Sanden Bantul, Minggu (27/9/2020).
“Aksi ini dimaksudkan untuk memberikan nuansa tersendiri pada Peringatan Hari Wisata Seduni kali ini. Selain itu sebagai ujud kepedulian pelaku usaha pariwisata terhadap popilasi penyu yang kian berkurang,” kata Kepala Dinas Pariwissta Bantul, Kwintarto Budi Prabowo didampingi Kabid Pemasaran, Guppianto Susilo, di sela berlangsung aksi pelepasan tukik.
Walau di masa pandemik Covid-19, kegiatan peringatan Hari Pariwisata kali ini tetap diberlangsungkan dengan mematuhi protokol kesehatan. Sejumlah pertunjukan seni dan budaya pun dilakukan selama 14 hari di sejumlah tempat diantaranya temu para pelaku wisata di Bantul.
Di Bandara International Kulonprogo (YIA) pentas wayang beber berlangsung pada 19 September, tarian Dimas Diajeng pada 20 dan 25 September. Selain itu juga pentas (aksi pembuatan karya seni dari janur) oleh Komunitas Janur dari Bantul.
Sedangkan pada 22 hingga 24 September diadakan pelatihan pengelolaan desa wisata dan pokdarwis Gilangharjo Pandak Bantul di Hotel Ros In. Ini juga telah terlaksana dengan lancar.
Sedangkan pada puncak acara pada hari ini, selain pelepasan tukik juga diadakan seminar pariwisata dan serimonial (resepsi) yang diikuti oleh utusan pelaku wisata di Bandara YIA.
“Ini bertujuan guna mempertemukan para pelaku wisata, pemerintah dan masyarakat untuk menggeliatkan kembali pariwisata di Bantul khususnya dan DIY umumnya,” terang Kwintarto.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus untuk mengedukasi masyarakat tentang pranatan anyar pelestarian nilai-nilai budaya adiluhung. Menambah wawasan tentang dunia kepariwisataan untuk pengembangan model paket wisata, meningkatkan jumlah kunjuugan wisatawan. Selai itu juga sebagai sarana promosi dan hiburan bagi para pelaku wisata. (Supardi)
