Pelukis Catur Hengki Koesworo Pamerkan 'Silent As of Rock' di Magelang

share on:
Silent as of Rock di Gallery Magelang || YP-Yuliantoro

Yogyapos.com (YOGYA) - Manusia dalam kehidupannya didominasi oleh pikiran. Sehingga dalam melakukan apa pun dikendalikan oleh pikirannya. Terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan secara emosional menghasilkan sesuatu yang negatif.

Diam seperti batu secara spiritual adalah sebuah pencapaian pada titik kesadaran tertinggi. Diam bukan berarti berhenti tapi merasakan karena di dalam pikiran ada rasa.

Catur Hengki Koesworo melukis Silent as of Rock di kediaman nya || YP-Yuliantoro

Demikian Catur Hengki Koesworo, pelukis  asal Bantul Yogyakarta memberi paparan lukisan berjudul Silent As of Rock Acrylic on canvas 140 X 160. Lukisan belakang hitam putih yang menggambarkan ada siang ada malam, ada kebaikan dan keburukan merupakan keseimbangan. Yang di depan orang mengenakan kain berwarna kuning simbol keagungan. Kepala membatu artinya diam tapi memiliki prinsip yang keras untuk mencapai puncak kesadaran tertinggi. Lukisan karya tahun 2022 ini,  sekarang sedang dipamerkan di Banyu Bening The House of Painting, Jalan Badrawati 10 Magelang Jateng. 

Hengki – begitu ia akrab dipanggil – mengatakan, lukisan Silent as of Rock muncul terinspirasi sebuah petuah orang jawa ‘Sileme gabus muncule watu item’ (wong apus-apus podo silem) orang yang melakukan kebohongan/kejahatan akan cepat terungkap.

“Muncule watu item (wong sing temen bakal muncul = orang yang berbuat kebaikan tiba saatnya untuk panen/menikmati hasilnya,” ujar seniman di bengkel studionya Perumnas Bumi Trimulyo Blok D1 Nomor 11 Bantul.

Catur Hengki Koesworo || YP-Yuliantoro

Catur Hengki Koesworo lahir di Surabaya 01 Juli 1977. Pendidikan seni rupa di SMSR Surabaya tahun 1992- 1996. Pernah kuliah di STKW jurusan tari. Selain dalam ranah berkarya senirupa ia juga bergabung dan terlibat kegiatan di komunitas teater tari . Akf performance art. Mengiku pameran di Jawa, Bali dan pernah berpameran di Tokyo, Jepang. Saat ini berdomisili di Yogyakarta sudah 4 tahun. 

Lebih lanjut Hengki mengatakan hidup dan kesenian adalah proses menghayati fenomena alam, maupun kehidupan manusia dari dilahirkan sampai mati yang merupakan praktek lelaku dari kesadaran dan spritual dalam ketetapan yang mantap. Penciptaan karya baginya adalah menciptakan kembali ruang dinamika visual dari lelaku spritual yang diwujudkan ke dalam media seni untuk membimbing pemikiran orang lain ke arah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam atas kreasi seni subjektifnya.

Catur Hengki Koesworo

Menurut dia, secara estetik melalui bentuk-bentuk visual pada akvitas dan gerak tubuh maupun benda dari berbagai bentuk dan pola kehidupan dalam masyarakat budaya Jawa. Melalui bahasa visual yang realis, ia hadirkan simbol-simbol tertentu sebagai media penghantar komunikasi.

“Prinsipnya sederhana agar gagasan dan wacana pemikirannya lebih mudah difahami dan bisa diterima oleh orang lain yang memiliki daya tangkap yang berbeda-beda,” kata dia. 

Tema karya Hengki yang mengetengahkan wacana spiritualitas baginya merupakan suatu pijakan dan pola dasar dalam cara ia berkesenian. Maka dak heran, ia sebagai orang Jawa yang mempunyai cara pandang kesenian yang unik dan lebih dekat pada nilai kebenaran.

“Kesenian sebagai laku, dalam pencarian jati diri, makna, dan hakikat kehidupan. Dengan kata lain, berkarya adalah lelaku spiritualitas yang mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai filosofis yang lebih menekankan pada sikap jujur pada diri sendiri dalam memahami pengalaman hidup keseharian,” jelasnya. 

Silent as of Rock || YP-Yuliantoro

Ia percaya kesenian dan hidup hanya yang bisa dicapai oleh seap orang jika percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral baik, benar, bersih, suci dan jujur. Meletakan kesenian dan pandangan hidup dalam satu kesatuan yang dapat saling mengisi, senanasa berorientasi pada olah rasa dan cipta melalui kebersihan hati maupun ndakan semata-mata ditujukan untuk sesuatu yang berguna bagi semua orang. Mencari dan menghayati proses kreatif layaknya Kawulo Gusti seperti hubungan serasi antara Kawulo dan Gusti dalam hati suci demi tercapainya budi luhur kesempurnaan hidup dan tujuan kesenian personalitas yang sesungguhnya.

Karya lukis Hengki sudah mencapai puluhan. Ia aktif berpameran di berbagai kota di Jawa. Tahun 2019 - Painng Exhibion “Equilibrfium”  Gallery House Of Sampoerna Surabaya, 2020 - Fine Art Exhibion “Sang Petarung“ Graha Wilwakta Pandaan - Pasuruan. Tahun 2021 - Fine Art Exhibion “Andrawina” Di Taman Budaya, Yogyakarta. Tahun 2023 - Pameran Seni Rupa Kel. Tapal Batas “ng-ISIS Blues” di Vinausm Vinausm Gallery Surabaya. (Yuliantoro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: