PEMBUKAAN FKY 2019 : Pertegas Yogya Sebagai Ibukota Kebudayaan ASEAN

share on:
Suasana meriah,tumplek blek pada pawai pembukaan FKY 2019 || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Salam budaya. Lestari budayaku! Pekik budaya sudah diteriakkan lantang. Tombol klakson dari odong-odong, sebagai penanda pembukaan FKY 2019 pun dibunyikan. Riuh tepuk meriah, ribuan masyarakat mengalir deras di titik nol kilometer, Kamis (4/7) sore. Festival tahunan kebanggaan warga DIY ini pun resmi dibuka selama 17 hari kedepan.  

Pawai budaya ini diikuti sekitar 2.000 peserta yang terkelompok dalam 33 kontingen. Titik start dimulai dari Kepatihan dan Pakualaman. Lalu berakhir di panggung utama, Jl.Pangurakan- titik nol kilometer. Kontingen berasal dari sejumlah simpul komunitas seni, penggiat dan sanggar budaya, serta perwakilan kontingen dari daerah di DIY (Kota, Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo).

Dalam sesi jumpa pers beberapa waktu lalu, Ketum FKY 2019, Paksi Raras Alit sempat melontarkan akan ada penetrasi kejutan. Lontaran ini pun terjawab. Gitaris band legendaris Sheila On7, Eross Candra, keluar dari tenda artis, lalu naik menuju kendaraan katrol milik Dinas PUPR. Sejurus kemudian, Eross menggeber telecasternya dalam lantunan instrumentalia lagu Bagimu Negeri. Didampingi iringan dari Jogja Symphony Orchestra featuring Komunitas Gayam 16.

Sementara di sisi selatan panggung, mengalir tarian massal komposisi Kinanthi Sandhung yang dibawakan 100 penari dari Sanggar Seni Kinanti Sekar. Selanjutnya, Duet MC, Gundi dan Santi pun mengajak seluruh masyarakat dan tamu undangan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tampak hadir di Panggung VIP sejumlah pejabat terkait di lingkungan DIY.

Ditemui yogyapos.com di belakang panggung, Eross mengaku bangga menjadi pembuka rangkaian acara FKY 2019. “Rasa bangga dan senang bisa menjadi bagian event FKY lagi. Apalagi jadi pembuka acara. Semoga lancar dan sukses. Karena event ini adalah kebanggaan warga Yogyakarta, yang tidak dijumpai dikota lain. Saya pribadi dan Sheila On 7 sudah beberapa kali terlibat dalam gelaran FKY. Semakin tahun, semakin berkembang dan berdampak positif bagi penikmatnya,” jelas Eross yang mengaku sempat ndredeg ketika naik diatas kendaraan katrol.

Ketum FKY 2019, Paksi Raras Alit dalam laporannya mengatakan, Yogya telah menjadi ruang temu beragam kebudayaan sejak lama. Interaksi yang terjadi didasari semangat toleransi dan tepa selira semangat itulah yang akan coba dihadirkan kembali pada FKY 2019, Mulanira: Ruang, ragam, interaksi.

Dirjen Kesenian Kemendikbud, Dr Restu Gunawan Mhum dalam sambutannya mengapresiasi festival yang dinisiasi oleh Pemerintah Daerah DIY ini. Dr Restu juga berpesan agar anak-anak muda jika berlibur harus diisi dengan berkesenian dan berkebudayaan. “Karena ini penting untuk penguatan dan memperteguh keistimewaaan Yogyakarta, menuju peradaban yang semakin maju dan memberi virus kebaikan ke daerah-daerah lain,” jelasnya.

Sementara yang hadir mewakili Gubernur DIY adalah staf ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik, Drs Umar Priyono MPd. Ia menekankan dengan adanya keberanian mengubah nama dari Festival Kesenian Yogyakarta menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta, artinya FKY bukan sekadar arena unjuk kebolehan di bidang kesenian semata, tapi juga menggali segenap potensi kebudayaan yang dimiliki DIY, yang merupakan peninggalan mulai dari Sultan HB I hingga Sultan yang saat ini bertahta. “Semoga FKY 2019 ini menjadi penanda dan penguat keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta turut meneguhkan Indonesia sebagai tujuan budaya yang terkemuka,” terang Drs Umar seraya mengungkapkan bahwa mulai tahun 2018 lalu, Yogyakarta didaulat menjadi Ibukota Kebudayaan ASEAN.

Selanjutnya, di speech stage, Ketum FKY 2019 Paksi Raras Alit, Dirjen Kesenian Kemendikbud Dr Restu Gunawan MHum, Staf ahli Gubernur DIY Drs Umar Priyono MPd, dan Kadisbud DIY Aris Eko Nugroho SP Msi, secara simbolis membuka FKY 2019 dengan menekan tombol klakson pada mobil kayuh odong-odong.

Sementara pada malam hari di Kampoeng Mataraman, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, juga digelar upacara pembukaan yang ditandai dengan Kirab Tetebahan. 

Lurah Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, memberikan sambutan dan membuka secara simbolis. “Selamat menikmati sajian budaya yang kami suguhkan. Dan besar harapan kami event ini dapat menjadi peristiwa budaya guna menunjukkan semangat dan karakter keterbukaan dan keramahan Yogyakarta,” ungkap Wahyudi Anggoro.

Siapkan diri kalian untuk menggumuli beragama akulturasi budaya. Cecap dan nikmati setiap sudut konten budayanya. Lihat, dengar, rasakan. (Dol)

 


share on: