WULAN wis rumangsa nging langit wengi. Lintang surut cahya, kalah padhang. Tegalan Kedung Miri katon padhang ndhrandhang. Resik tanpa alang, sumleblak pindha lapangan. Tegalan rampung dibrujul, Was dadi Iah-Iahan, kari nunggu udan. Kepara, para kanca tani wus ngawu-awut, nyebar winih gabah pari gaga sadurunge mangsa labuh. Mule, saperangan tegalan katon putih klawu, merga sinebaran awu pinangka rabuk ing tanduran samangsa banjur ketiban udan….
Jurnalis dan seniman teater Khocil Birawa membacakan cerpen berbahasa Jawa atau cerkak berjudul “Gunung Mijil” karya mendiang Purwadmadi, Rabu (28/6/2023) sore, di Pos Seni Godod Sutejo Suryodiningratan, Yogyakarta. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof Dr Timbul Raharjo, MHum pun membuka pameran Sketsa bertajuk “Sinden” tersebut.
Beberapa kolega lainnya, baik yang tergabung dalam Paguyuban Sastra Budaya Jawa Kawi Merapi Kabupaten Sleman dan lainnya, juga turut membacakan sejumlah karya. Mereka antara lain Agus Suprihono, Ngatilah, dan Tri Sumarni.
Purwadmadi telah meninggalkan mereka, keluarga dan sahabat, pada Sabtu, 5 Maret 2022 pagi. Jurnalis dan sastrawan itu wafat pada pukul 06.20 di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Dan, para sahabat mengenang almarhum melalui karya. Juga, satu karya lagi hasil torehan tangan Purwadmadi, yaitu berupasketsa. Sejumlah 55 sketsa karyanya dipamerkan di Pos Seni Godod Sutejo, Suryadiningratan Yogyakarta mulai 28 Juni 2023 hingga 5 Juli 2023.
Perupa Godod Sutejo, Rabu (28/6) malam mengilustrasikan, event pameran tersebut sudah satu tahun dipersiapkan bersama Budi Sardjono dan Rakhmat Supriyono serta dukungan dari beberapa pihak, seperti Museum Taman Tino Sidin dan H Idham Samawi dan lainnya.
Pada awalnya pameran tersebut digagas bersama Satrio Wibowo dan Sigit Sugito. Selain itu, rencana pameran di Tembi Rumah Budaya dengan. Termasuk rencana akan diselenggarakan di TVRI Yogyakarta kembali gagal.
Godod Sutejo memberikan keterangan pers || YP-R Toto Sugiharto
Godod juga mendeskripsikan proses kurasi sketsa karya mendiang Purwadmadi oleh Hajar Pamadhi. Selainitu, juga dalam memilih karya bersama mantan Kepala Taman Budaya Yogyakarta Dian Anggraini dan Rakhmat Suprihono.
“Ibu Dian dan Pak Rakhmat turut serta dalam pemilihan karya, bagaimana menyeleksi ribuan karya. Akhirnya dengan pertimbangan karena sudah ada yang telah dipigura oleh keluarga yang akhirnya terpilih 55 karya yang siap ditampilkan,” ucap Godod.
Dikatakannya, sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk pameran sketsa Purwadmadi. Namun, pernah mengajukan donasi ke Dinas Kebudayaan DIY dan harus menunggu satu tahun untuk bisa mencairkan dana dan akhirnya nihil.
“Saya pribadi kenal dengan Pak Purwadmadi sejak tahun1990 saat mengolah acara Saparan Rebo Pungkasan di Kulonprogo. Pak Pur memberi nama Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan Ngguyang Jaran di Pendoworeno Girimulyo Kulonprogo. Juga membantu FKY pada era saya jadi panitia tahun 2000 dan berlanjut di Beber Seni dengan Mahyar Godod. Begitu kurang lebih runtutannya,” pungkasnya. (R Toto Sugiharto)
