PEMBUKAAN SUMONAR : Ilusi Optis pada Bangunan Heritage

share on:
Gedung Museum BI dan Gedung Kantor Pos Besar menunjukkan kegagahan dan keanggunannya saat disulap menjadi objek video mapping || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Ketika kita penat dengan rutinitas kerja. Ataupun keruwetan di sekitar Tugu Pal Putih. Bahkan, kesemrawutan di Jalan Malioboro. Maka singgahlah ke Sumonar Video Mapping Festival, di Area Titik Nol Kilometer pada tanggal 26 Juli sampai 5 Agustus 2019.

Gumuli metode seni visual terbarukan ini. Sebuah teknik pencahayaan dan proyeksi untuk menciptakan ilusi optis pada sebuah objek yang  ditembak mesin proyektor berdaya 25.000 lumens.

Jumat (16/7) malam itu, Gedung Museum Bank Indonesia dan Gedung Kantor Pos Besar memancarkan gemerlap cahaya warna-warni. Sejumlah video mapping karya para kreator, silih berganti tampil. Lalu dibangun narasi visual yang menggambarkan sebuah identitas social, lokasi, dan sisi historis.

Director Sumonar, Ari Wulu mengungkapkan, sengaja memilih bangunan Museum BI dan Kantor Pos Besar lantaran sarat nilai historis dan merupakan bangunan cagar budaya. “Culture heritagenya sangat kental sekali. Kami berusaha mengelaborasikan sebuah asset cagar budaya, dengan seni visual teknologi. Jaman selalu berubah. Perkembangan kota Yogya juga selalu bergerak. Tak bisa dipungkiri, kita harus mengupgrade level gagasan dan ide. Tapi jangan sekalipun melupakan budaya dan sejarah,” tutur Ari Wulu dalam pembukaan Sumonar, didampingi Raphael Dony Ketua JVMP, Art Director Roby Setiawan dan Kurator Sujud Dartanto.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Dispar DIY, Disbud DIY, Forpimka Gondomanan, serta sejumlah tamu undangan serta awak media. Tak ketinggalan para masyarakat yang sedang nongkrong di sekitar Nol Kilometer dan para pengguna jalan yang nampak terperangah dengan sajian video mapping. Antusiasme membuncah!

Tema besar yang diusung event yang diikuti 25 artist ini adalah ‘My Place My Time’. Terdapat dua frasa didalamnya. Frasa pertama yakni menyoroti kota Yogya di hari ini. Sedangkan frasa kedua, Tim JVMP menilik sudat pandang yang berbeda dalam menyikapi perubahan kota Yogya dari waktu ke waktu. 

Mari luangkan waktu kita menyantap sajian penuh cahaya ini. (Dol)


share on: