Pemerintah Kapanewon Pleret Sosialisasi Sejarah Sultan Agung kepada 72 Guru

share on:
Suasana sosialisasi sejarah Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo kepada 72 guru utusan dari Satuan Paud Sejenis (SPS), di Kantor Pemerintah Kalurahan Pleret, Selasa (7/10/2025) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kapanewon Pleret Kabupaten Bantul bersama Badan Pengarah Kawasan Cagar Budaya (BPKCB) Kerta Pleret mensosialisasikan sejarah Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo kepada 72 guru utusan dari Satuan Paud Sejenis (SPS), di Kantor Pemerintah Kalurahan Pleret, Selasa (7/10/2025).

"Pada kesempatan ini selaku inisiatornya Pemerintah Kapanewon Pleret. Sedankan narasumber yang dihadirkan Ketua BPKCB Kerta Pleret, Bapak Suwardi,” ungkap Panewu Pleret, Evie Nursiti Fatonah SSos MM.

BACA JUGA: KH Ashim Nawawi Pengasuh Ponpes An Nur Ngrukem Berpulang ke Rahmatullah

Para peserta nantinya diarahkan dapat melanjutkan mentransferkan sejarah itu kepada para siswanya. "Sultan Agung berkaitan erat dengan Kerajaan Kerta bahkan Kerjaan Pleret. Oleh karena itu para generasi muda yang kini masih berusia dini nantinya diharapkan mengetahui sejarah tersebut,” tambah Evie.

Ia berharap generasi muda mampu menjaga kelestarian berbagai cagar budaya yang ada di Kerta dan Pleret. Selain itu turut mendukung agar cagar budaya yang ada dapat melengkapi pendidikan dan komunitas wisata sejarah.

Sementara itu, Ketua BPKCB Kerta Pleret, Suwardi menyampaikan Sultan Agung hidup pada tahun 1593 hingga 1645. Ia bertahta sebagai Raja Mataram Islam pada tahun 1613 hingga 1645 atau mulai bertahta saat berumur sekitar 20 tahun salah satunya sebagsi Raja Kerajaannya Kerta.

BACA JUGA: Petani Milenial-Pemkal Dlingo Kembangkan Destinasi Wisata Kampung Kopyor Semuten

"Nama aslinya Raden Mas Rangsang yang juga Raden Mas Jatmika. Ia adalah putra dari Prabu Hanyokrokusuma dengan Dyah Banowati,” ungkap Suwardi.

Tokoh tersebut dikenal dengan sebagai ahli sastra dan ekonomi bahkan politik. Hal itu salah satunya terkait dengan semangatnya dalam upaya mengusir penjajahan Belanda atau VOC.

"Wilayah kekuasaan dan pengaruh Sultan Agung saat itu sangat luas bahkan hingga ke Surabaya dan Madura. Ia sangat semangat dalam berjuang untuk kemajuan rakyatnya.

Pada kesempatsn sama, salah seorang peserta, Etika Angraini, menyatakan, pihaknya senang dan menyambut positif diadsakanya sosialisasi dan pengenalan sejarah Sultan Agung kali ini. (Spd)


share on: