Yogyapos.com (BANDUNG) - Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan kunjungan ke Pemkab Bandung Barat Jawa Barat, Jumat (26/11/2021). Kunjungan yang dipimpin oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih didampingi Asek II Pulung Haryadi dan Kabag Humas dan Protokol Parmadi ini untuk memperoleh perbandingan, pengkajian dan pengembangan kepariwisataan.
Turut menyertai kunjungan ini staf Humpro dan 24 wartawan dari berbagai media yang sering bertugas di Bantul. Rombongan diterima oleh Asek I Pemkab Bandung, Maman Sulaiman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Heri Pertomo.
“Bantul berkeinginan agar sektor pariwisatanya semakin maju, maka salah satu upayanya dengan cara melakukan studi perbandingan dan kajian di Bandung Barat ini,” kata Abdul Halim Muslih dalam dialog, di Pemkab Bandung Barat.
Di Bantul terdapat 40-an desa wisata. Meski ada beberapa yang sudah maju bahkan banyak yang berpretasi antara lain juara nasional, namun pengembangannya juga mengalami kendala. Salah satunnya yaitu kesulitan dalam memberikan bantuan anggaran dari pemerintah. Penyebabnya status tanah destinasi banyak yang beratas nama pribadi. Hal itu menjadikan desa tidak bisa membantu karena melanggar ketentuan.
“Maka kami semua ingin mengetahui bagaimana dengan yang terjadi di Bandung Barat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Asek I Bandung Barat, Maman Sulaiman maupun Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, menuturkan jumlah desa di Bandung Barata sebanyak 165 desa dan 17 diantaranya merupakan destinasi wisata yaitu berupa wisata alam.
“Status tanah ada yang milik Perhutani, Kas Desa dan juga Tanah Negara. Pengelolaan desa wisata juga ada yang dikerjasamakan oleh pihak ketiga yaitu swasta,” kata Maman.
Tentang PAD dari Pariwisata sebelum terjadi pamdemi sekitar Rp 450 juta per tahun, namun setelah pamdemi hanya sekitar Rp 42 juta atau turun 90 persen.
Menjawab pertanyaan apa upaya yang dilakukan, Pemkab Bandung Barat memberikan keleluwasaan dan kewenangan agar Lurah (Pemerintah Desa) berkreasi untuk membuat destinasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes)
Dalam hal ini Pemkab juga menjembatani, memutivasi pendampinngan agar Pemerintah Desa mampu menjual dan mengolah potensinya untuk dijual di sektor pariwisata.
Usai dialog, rombongan Pemkab Bantul juga berkunjung langsung ke sejumlah tempat wisata. (Spd)
