Pemkab Sleman Targetkan Prevalensi Stunting 14 Persen

share on:
Peserta Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Sleman yang digelar di RM Pringsewu, Senin (13/11/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa membuka Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan di RM Pringsewu, Senin (13/11/2023). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani.

Danang menyampaikan, pada tahun 2022 angka prevalensi stunting Kabupaten Sleman berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berada di angka 15 persen yang dimana turun 1 persen dari tahun 2021. Sesuai dengan RPJMN Indonesia, Danang mengatakan akan melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting salah satunya dengan membentuk tim tenaga ahli dari kalangan akademisi untuk mencapai target 14 persen.

BACA JUGA: Caleg PDIP Sleman Dr Iwan Setyawam SH MH Persembahkan 'Istana Banteng' di Karanglo

“Percepatan penurunan ini tidak lepas dari proses yang dilakukan oleh TPPS Sleman dalam melakukan upaya penurunan angka stunting. Oleh karenanya, penurunan stunting adalah concern Pemkab Sleman untuk mewujudkan generasi emas dan mewujudkan Indonesia Emas,” jelasnya.

Danang Maharsa di hadapan peserta || YP-Ist

Ia menambahkan, TPPS Sleman sudh melakukan monev di Kalurahan-Kalurahan untuk memantau serta mencari permasalahan tim Kalurahan untuk menjadi masukan dalam mengambil langkah terpadu, masif, dan terintegrasi demi mewujudkan Sleman zero stunting atau tidak ada penamabahan kasus stunting baru

“Harapannya dengan forum koordinasi ini menjadi sarana berdiskusi dan menentukan langkah konkret yang terintegrasi, terpadu dan masif sehingga mewujudkan percapatan penurunan stunting dan Sleman zero stunting," pungkas Danang.

BACA JUGA: Penggeledahan di Kantor Kalurahan Candibinangun, Ini Barang yang Disita Penyidik

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani mengatakan dalam rangka melihat perkembangan pelaksanaan percepatan penurunan stunting, pelaksanaan forum koordinasi ini bertujuan membahas blueprints percepatan penurunan stuntting antara lain data pemantauan status gizi, pemberian makanan tambahan, tim pendamping keluarga, pelaksanaan mini lokakarya bapak asuh anak stunting, dan konvergensi

“Untuk Sleman luar biasa presentase penurunan stuntingnya yakni dari angka 16 persen menjadi 15 persen. Terbaik dari rata-rata 5 Kab/Kota di DIY. Kedepan BKKBN akan membantu mendampingi dan menganalisis pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Sleman,” tuturnya. (*/Agn)


share on: