Yogyapos.com (JAKARTA) - Kebakaran yang terjadi di Museum Nasional, Sabtu (16/9) lalu mengakibatkan kerusakan ratusan koleksi benda bersejarah yang tersimpan dan dipamerkan di enam ruangan terdampak. Setidaknya hampir 100 orang dari pihak Museum Nasional dan Pusat Laboratorium Forensik dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Koleksi benda bersejarah tersebut kini dalam penanganan tim ahli.
BACA JUGA: Jokowi Ngaku Pegang Data Inteljen Terkait Parpol, Gus Hilmy: Maksudnya Buat Nakut-nakuti?
Berdasarkan Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 478/sipers/A6/IX/2023 yang diterima yogyapos.com, Rabu (20/9/2023) menyatakan Tim Pengelolaan Koleksi serta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang tergabung dalam Tim Khusus Penanganan Unit Museum Nasional Indonesia (MNI) sejak Senin (18/9) hingga hari ini, Rabu (20/9) tengah melaksanakan proses inventarisasi dan pendataan koleksi benda bersejarah. Ratusan koleksi benda bersejarah tersebut berhasil dievakuasi ke tempat penyimpanan sementara dan sedang diteliti tingkat kerusakannya.
BACA JUGA: Ghea Indraswari Siap Meriahkan Live Music di Gumuk Pasir Parangtritis, Ingat Tanggalnya SHARE ON:
“Saat ini kami dalam proses identifikasi, analisis tingkat kerusakan, pembersihan dan penanganan konservasi tahap awal. Dari benda bersejarah terdampak kebakaran yang sudah berhasil dievakuasi dan diteliti Selasa (19/9) kemarin merupakan koleksi dari Galeri Perunggu. Beberapa koleksi ditemukan masih cukup utuh dan langsung dapat diidentifikasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra, di Jakarta.
Arca dari Museum Nasional yang berhasil diselamatkan sedang didokumentasikan || YP-Dok Museum Nasional
Tim khusus akan bekerja sama dan melibatkan para ahli konservator, arkeolog, antropolog, budayawan, sejarawan, kurator, serta akademisi guna menyusun perencanaan pemulihan MNI ke depan. Perhatian utama kerja sama ini ditujukan pada peningkatan sistem keamanan dan pengamanan koleksi benda bersejarah di seluruh museum dan cagar budaya di Indonesia.
BACA JUGA: Penyidik Kejati DIY Periksa 6 Notaris Terkait Kasus TKD Caturtunggal, Ini Inisialnya
Tim khusus telah membuka komunikasi dengan berbagai pihak yang berpengalaman, termasuk mitra dari luar negeri. Pengalaman mereka amat diperlukan untuk menjalankan pemulihan.
BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan
“Kami sudah berbicara kepada Pemerintah Perancis secara khusus, karena para ahli di sana berpengalaman menangani pemulihan pasca-kebakaran Notre-Dame di Paris 2019 lampau. Kami juga sudah berdiskusi dengan Pemerintah Belanda mengenai berbagai aspek pemulihan, khususnya terkait pembangunan gedung cagar budaya dan manajemen koleksi,” tutur Mahendra. (*/Mufti AM)
