Yogyapos.com (BANTUL) - Angka penyalahgunaan narkoba yang semakin masif, membuat Tim AZNO (Anti Zat Narkotika dan Obat-obatan Terlarang) dari BNN DIY, lebih gencar dalam memberikan penyuluhan/sosialisasi terkait bahayanya narkoba. Hal itu mengemuka ketika Tim AZNO yang diwakili Antonius Ananta & Julius melakukan audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Abdul Halim Muslih, di ruang kerjanya, Senin (26/8).
Antonius Ananta mengatakan, pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Saling bersinergi. "Semua unsur punya tanggung jawab. Dari keluarga, agama lingkungan, sekolah, hingga pemerintah terkait harus punya visi-misi yang sama dalam pencegahan narkoba. Untuk data dari AZNO, wilayah penyalahgunaan narkoba di DIY yang tertinggi adalah Sleman. Lalu disusul Kota Yogya serta Bantul. Kemudian Kulonprogo dan Gunungkidul," jelasnya.
Melalui audiensi dengan Wabup Bantul, AZNO berharap bisa memberikan penyuluhan di sejumlah instansi & sekolah di wilayah Bantul.
Abdul Halim Muslih dalam sambutan singkatnya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah yg ditempuh AZNO. "Narkoba adalah PR kita bersama. Kita wajib mencegah, menjauhi & menolak narkoba. Pokoknya jangan coba-coba dengan narkoba. Efeknya luarbiasa. Merusak kesehatan & rentan akan kematian," ujar Wabup Bantul.
Masih menurut Abdul Halim, penyuluhan di sekolah: SMA,SMK,MA sangat diperlukan dan sifatnya urgensi. Di instansi pemeritahan pun juga wajib dilakukan sosialisasi bahaya narkoba. "Intinya saya dukung langkah dari AZNO. Karena narkoba musuh kita bersama. Pokoknya tolak narkoba," imbuh Abdul Halim.
Antonius Ananta menambahkan, sangat respect dengan respon terbuka dari Wabup Bantul. "Kami haturkan terimakasih atas sambutan luarbiasa dari Wabup Bantul. Kita punya visi-misi yang sama dalam pencegahan narkoba. Dukungan Pak Halim akan menjadi cambuk semangat bagi AZNO dalam bergerak melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba," pungkas Antonius. (Dol)
