Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan rehabilitasi pada ruas jalan Demakijo-Kebonagung 1 atau Jalan Godean di Kabupaten Sleman sepanjang 1,5 km.
Dampaknya, jalan di sekitar ruas jalan yang diperbaiki akan mempengaruhi kondisi arus lalu lintas, lantaran jalan tersebut merupakan akses penghubung antar kecamatan, bahkan antar kabupaten di wilayah DIY.
BACA JUGA: Pisah Sambut Kajati DIY Dihadiri Seluruh Komandan Tiga Angkatan dan Kepolisian
Disamping itu masa pengerjaan relatif panjang, mulai 20 April dan ditargetkan selesai pada 19 Oktober 2024, merespon hal tersebut Kepolisian melalui Satlantas Polresta Sleman telah mempersiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, dengan harapan proyek dapat berjalan sesuai target tanpa dilakukan penutupan jalan secara total tanpa ada penumpukan kendaraan.
Iptu Nunik (kanan) || YP-Ist
“Tidak ada penutupan jalan, tapi akan dilakukan rekayasa lalu lintas berupa arus yang melintas akan dilakukan bergantian dari barat maupun timur,” sebut Kanit Kamsel Satlantas Polresta Sleman, Iptu Nunik Risnawati, Minggu (15/6/2024) petang.
BACA JUGA: Selama Enam Bulan Terjadi 1.008 Lakalantas di Bantul, Akibatkan 71 Orang Meninggal Dunia
Strategi lain, jelas Iptu Nunik, pihaknya akan mengupayakan memasang beberapa rambu petunjuk di titik- titik tertentu berisikan informasi bahwa sedang ada perbaikan jalan. Dengan pemasangan rambu diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut untuk mencari jalur alternatif lain.
“Disamping itu pemasangan rambu petunjuk diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut sehingga arus lalulintas dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya penumpukan kendaraan,” sambungnya.
BACA JUGA: Kepada Ketua Serikat Buruh Gaza, Ini yang Disampaikan Jumhur Hidayat
Sedangkan PT Wasis Karya Nugraha selalu kontraktor pelaksana pemenang tender mulai mengerjakan proyek sejak 20 April dan ditargetkan selesai pada 19 Oktober 2024. Saat ini sedang dilaksanakan pemasangan pracetak drainase dengan panjang total kurang lebih 1 km. Pada bagian pondasi rusak akan dikupas seluruhnya, diganti agregat kelas A, kemudian pengaspalan dua lapis
“Jalan yang semula selebar 6 meter akan ditingkatkan menjadi 7 meter sedangkan lebar baju jalan tergantung kebutuhan, rata-rata 1 meter,” jelas Direktur PT Wasis Karya Nugraha, Widiyanto Wibowo. (Opo)
