Pernah Ditawar Rp 600 Juta, Branjangan Palapa Siap Kompetisi di Piala Raja

share on:
Mr Edu di depan gerbang rumahnya yang artistik || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (BANTUL) - Merajai sejumlah lomba burung berkicau branjangan tingkat lokal hingga nasional, itulah torehan prestasi yang disandang oleh breeding Eduward Sianturi (45) pemilik Edu EF - Yogya. 

Berkat garapannya, branjangan Palapa sebagai indukan yang diunggulkan terbukti dapat menelurkan bibit-bibit branjangan berkualitas. Segudang prestasi pun telah diperoleh pada sejumlah event lomba yang diikutinya.

“Kompetisi yang pernah kami ikuti diantaranya kejuaraan nasional Piala Raja dan Valentine. Tahun lalu dapat juara satu pada Piala Raja. Selain itu kita juga ada semacam komunitas sehingga saat ada ajang kejuaraan pasti membludak pesertanya. Mereka berasal dari Jakarta, Tangerang, Karawang Purwokerto, Yogya, Semarang, Jawa Timur dan Bali,” ujar pria yang akrab disapa Mas Edu kepada yogyapos.com dikediamannya di Dusun Salakan RT 10  Gang Sadewa, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (25/11/2021).

Diungkapkannya, ketertarikan memelihara burung diawali pada 2017, keinginan memilih burung jenis Java cukup beralasan. Selain suaranya lantang alias kenceng dan materinya bagus. Salah satunya dirinya mendapatkan indukan KLX yang kini dinamai Palapa.

“Burung jenis Java kok istimewa, saya beli sebanyak dua ekor berumur sekitar 6 bulan, waktu itu harga per ekor Rp 10 juta. Saya beri nama Sonic dan Sunrise, Alhamdulillah menyabet juara pada setiap event, kemudian pengin beli lagi yang ada warna blorok, waktu di Purwokerto di tempat Mas Daniel yang memiliki burung KLX atau saat ini dinamai Palapa,” ujarnya.

Keturunan dari Palapa, beber dia, keseluruhan berkualitas baik dan selalu meraih juara. Sekitar satu tahun belakangan ini telah diternakkan hingga ring ke-14. Pemberian nutrisi makanan dan minuman yang optimal sangat mempengaruhi kualitas dan kesehatan kekebalan tubuh burung. Yang tak kalah penting, wajib dilakukan penjemuran dari pagi sampai sore, setelah itu sore langsung dikrodong.

“Kalau burung mau baik, sebaiknya dilatih sejak masih trotol atau kecil agar materi dan mental bagus. Burung branjangan itu sebaiknya muncul dulu birahinya kalau mau tampil sehingga kita bisa tahu bagaimana men-setting. Namun tidak menutup kemungkinan burung yang berasal dari alam atau ombyokan. Perawatan harus sepenuh hati dengan tulus ikhlas, seperti memberi makan dan minum yang bagus, kalau saya setiap hari minum dikasih madu kalau ngak minum kita berikan suntikan madu pada jangkrik, dengan pola makan 3 1 3,” katanya.

Hingga kini koleksi yang dimilikinya sekitar 30 jenis, diantaranya, Palapa, Sonic, Sunrise,FU, Reborn, Iconic, Yufikar, Supernova, Dragon, Butterfly dan Rolex Daitona. Dia pun menceritakan pengalaman paling berkesan saat mengikuti gelaran kompetisi di Lapangan Bateng yang dihelat oleh Rajawali Indonesia (RI), Palapa berhasil menyabet juara 1 dan medali emas yang penyerahannya langsung diberikan oleh Panglima RI.

“Kami sebetulnya pengen anakan dari ternak  bisa di lapangan untuk mengikuti konser, namun sebelum itu sudah laku, harga anakan kami banderol Rp 15 juta, untuk si Palapa terus terang pernah ditawar Rp 600 juta. Sampai sekarang dibandrol Rp 1 miliar. Tanggal 28 November nanti saya gantang lagi Palapa, ikuti beberapa kelas,” katanya. (Opo)

Ini link youtubenya. Mohon bantu like, suscribe, komenta, sebarkan ke teman-teman dan media sosial. Semoga video ini bermanfaat. Terimakasih: 

 


share on: