Yogyapos.com (BANTUL) - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul, Drs Eddy Susanto menerima rombongan peserta studi banding dari Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Rombongan diterima di Aula Sasana Widya Parwa, Gedung Perpustakaan Bantul.
Eddy dalam sambutannya mengungkapkan berbagai potensi Bantul baik aspek sumber daya, wisata, kuliner, maupun kebijakan daerah khususnya terkait literasi.
“Bantul menjadi kabupaten literasi sejak diluncurkannya Gerakan Bantul Literasi 2017 lalu oleh Bupati. Ditandai terbitnya peraturan bupati, instruksi bupati, surat edaran sekretaris daerah salah satu fokusnya terkait penganggaran perpustakaan desa dengan APBDes,” kata Eddy, Rabu (18/9/2019).
Selain regulasi daerah, tambah Eddy, dalam upaya mendukung kabupaten literasi telah didirikan pojok-pojok baca, rumah baca di sejumlah tempat. Membentuk satgas literasi, pemilihan duta literasi, komunitas pro baca di pedukuhan. Juga ada gerakan sedekah buku para ASN, instansi swasta, sampai masyarakat umum.
“Kami mencoba mengoptimalkan kegiatan berbasis informasi yang ada pada buku, slogannya Buka-Buku-Baca-Bisa-Bermanfaat (Be 5). Siapa pun boleh menyumbangkan buku,” ujarnyadi akhir sambutan.
Sedangkan Kepala Dispusip Kabupaten MuaraEnim, Ir Mariana, mengungkapkan perpustakaan desa( perpusdes) yang baik menjadi sebuah tempat berbagi informasi pengetahuan pada masyarakat. Perpustakaan dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat sehingga kualitas hidupnya makin meningkat dengan adanya kegiatan-kegiatan.
“Tujuan kami melaksanakan studi banding adalah memberikan pengetahuan, pengalaman, sebagai motivasi bagi pengelola perpustakaan desa di Muara Enim,” terang Mariana.
Lebih jauh dikatakan, pihaknya ingin belajar lebih banyak bagaimana caranya mengembangkan perpustakaan desa seperti di Bantul. Baik terkait pengelolaan koleksi, inovasi kegiatan, penganggaran, hingga impact perpustakaanpadamasyarakat.
“Kami membawa rombongan dari unsur perpustakaan daerah, beberapa camat, kepala desa, serta pengelola perpustakaan desa,” imbuhnya.
Selanjutnya rombongan berjumlah 40 orang tersebut diantar menuju lokasi Pustaka Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri.
Lurah Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro SE, saat menerima rombongan di ruang pertemuan perpusdes menceritakan cikal bakal perpustakaan berawal peristiwa gempa besar tahun 2006 di Yogyakarta. Bangunan perpusdes waktu itu masih berupa sekolah yang ambruk akibat gempa. Kemudian datang CSR MedCo Foundation dan Bank Mandiri memberikan bantuannya, mengingat Wukirsari merupakan desa wisata dengan banyak potensi berbasis pemberdayaan masyarakat.
”Bantuan yang kami terima berwujud bangunan perpustakaan desa seluas 150 meter persegi lengkap beserta bukunya, perangkat komputer, lalu pendampingan pada pengelolanya selama dua tahun,” jelas Susilo.
Sementara pengelola Pustaka Desa Wukirsari, Ujang Purnomo, memaparkan keunggulan sekaligus inovasi perpustakaan meliputi kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Misalnya memfasilitasi bahan bacaan di pojok baca lingkungan pedukuhan, kalenedukasi memanfaatkan sungai kecil untuk memelihara ikan agar masyarakat tidak membuang sampah di situ, klinik desain setiap malam Sabtu.
“Bahkan dari klinik desain ini menghasilkan impact. Ada warga kami berpenghasilan mencapai 700 dollar karena mampu menjual rancangan desainnya melalui internet,” tandas Ujang.
Dia menambahkan, perpusdes bermitra dengan beberapa lembaga/komunitas seperti Book for Mountain DIY menggelar kegiatan mitigasi bencana, komunitas membatik Giriloyo, penangkaran burung, sekolah-sekolah, juga kelompok masyarakat di Wukirsari.
“Pemerintah desa rutinm enganggarkan APBDes-nya setiap tahun bagi keberlangsungan perpusdes. Bahkan paklurah sendiri selalu mengarahkan agar kegiatan-kegiatanwarga di desa dilaksanakan di perpusdes. Sekecil apa pun, kami ingin perpusdes turut berpartisipasi memfasilitasi masyarakat,” terang Ujang.
Mengakhiri agenda studi banding, Ujang menyampaikan kiat-kiat strategi meningkatkan kunjungan, kemudian bagaimana menjaring mitra sehingga mau membantu atau berkegiatan di perpustakaan.
Sejumlah prestasi lomba perpusdes pernah diraih Pustaka Desa Wukirsari antara lain Juara I tingkat kabupaten 2014 dan 2017, Juara III tingkat provinsi 2015, Juara I tingkat provinsi 2017, terakhir Juara III tingkat nasional. Di samping itu Pustaka Desa Wukirsari telah terakreditasi “A” tahun 2018. (Muf)
