Perusahaan Pemotongan Ayam Mengalami Penurunan Omzet Drastis

share on:
Rombongan Komisi B DPRD Bantul saat meninjau perusahaan pemotongan ayam yang mengalami penurunan omzet secara drastis || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sejak awal pandemi Covid-19 hingga sekarang, kondisi perusahaan pemotongan ayam di Kabupaten Bantul, mengalami penurunan omzet. Demikian pula penjualan ayam menurun drastis bahkan ada yang terpaksa tidak berproduksi.

Hal itu terungkap saat jajaran Komisi B DPRD Kabupaten Bantul

melakukan peninjauan mendadak di perusahaan pemotongan ayam CV Putra Haedar, di Wirokerten Banguntapan Kapanewon Banguntapan dan pemotongan ayam di Karangtengah Kapanewon Imogiri, Senin (8/2/2021). 

Nasir Susanto dan Lilis Fitriani keduanya suami istri pemilik CV Putra Haedar, mengatakan semula pada saat situasi normal pihaknya rata-rata mampu memotong dan memasarkan ayam sekitar 72 ton per hari ke luar wilayah dan dalam DIY.

Sejak pandemi Covid-19 terjadi penurunan drastis, hanya memotong dan memasarkan beberapa kuintal per hari. Bahkan sejak diberlakukannya Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), pihaknya tidak melakukan pemotongan ayam. 

“Ini terjadi akibat para konsumen termasuk rumah makan menghentikan pembelian karena mereka juga kesulitan dalam memasarkannya. Akibatnya tenaga kerja kami yang jumlahnya serarus orang lebih, terpaksa tidak bekerja untuk sementara waktu,” kata Nasir Susanto.

Apabila situasi dan mondisinya sudah normal, perusaahaan ini akan berproduksi kembali dan para karyawanya akan masuk kerja sebagaimana semula.

Sementara itu pemilii perusahaan pemotongan ayam di Karangtengah Kapanewon Imogiri, Bejo, mengatakan semula pihaknya mampu memotongndan sekaligus memesarkan ayam puluhan ribu ekor per hari. Sejak pandemi jumlahnya menurun menjadi 2.000 ekor per hari. 

“Agar perusahaan ini tetap bisa eksis, maka beralih dejganncara memotong dan memasarkan ayam jenis jawa  Ini jumlah ayam yajg dipotong juga teebatas,” ungkap Bejo.

Merespon hal itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis dan para anggota masing masing diantaranya Heru Sudibyo, Saryanto, Jumirin, Aryunadi dan Mahmudin, menyatakan pihaknya menginginkan agar pemotongan ayam di Bantul bisa menggeliat dan normal kembali.

Pada kesempatan sama salah seorang pejabat di Dinas Pertanian Pangan Kelautan  dan Perikanan Kabupaten Bantul, drh. Joko Waluyo, menyatakan jumlah  pemotongan ayam di Bantul ada sekitar 800. Semuanya terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Maka diharapkan Covid segera berahir dan pemotongan ayam bisa eksis kembali. (Supardi)

 

 

 

 


share on: