Yogyapos.com (BANTUL) - Meninggalnya kyai kharismatik yang sangat disegani umat muslim dunia, KH Maimoen Zubair, membuat jajaran fungsionaris DPC PPP Bantul begitu terpukul. Sangat kehilangan suri tauladan pemersatu Bangsa.
Merespon wafatnya Mbah Moen, pada Selasa (6/8) malam selepas Isya jajaran DPC PPP Bantul pun mengadakan salat ghaib dan yasinan untuk mendoakan almarhum, agar husnul khotimah. Bertempat di kantor PPP Bantul, Jalan Pemuda No.18 Teruman Bantul. Hadir dalam acara tersebut sekitar 25 simpatisan PPP, kader PAC, perwakilan Laskar, dan GPK DIY.
Ketua DPC PPP Bantul Hasyim Turmudzi dijumpai Yogyapos.com di sela acara mengutarakan, pihaknya masih tidak menduga kabar ini datang begitu mendadak.
“Hubungan kami dengan almarhum begitu dekat. Kami sowan ke rumahnya beberapa kali. Dan pertemuan kami pada Harlah PPP DIY Januari lalu begitu akrab. Pesan-pesan beliau untuk berjuang demi kemaslahatan umat akan terus kami upayakan. Sugeng kondur Mbah Moen, Innalillah Wainna Ilaihi Raji’un,” ungkap Hasyim Turmudzi didampingi Dyah Noviani SH.
Bendahara PPP Bantul Dyah Noviani SH, mengaku belajar banyak sifat leadership yang dimiliki Mbah Moen. “Jiwa kepemimpinannya sangat bijak. Mengutamakan kemaslahatan, perdamaian, serta keadilan bagi semua. Alamarhum juga tidak pernah ‘mengkotak-kotakkan’ sesuatu. Almarhum adalah guru besar bagi semua kalangan,” ujar Novi.
Terkait sikap DPC PPP Bantul jelang Pilbup Bantul 2020, Hasyim, Turmudzi menegaskan masih menjaring aspirasi dari masyarakat. Pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan beberapa calon bupati.
“Pada dasarnya kami akan mendukung figur yang senafas dengan PPP. Untuk dukungan kader dan simpatisan PPP Bantul, kami optimis solid dan siap berjibaku,” tandas Hasyim yang siap menonaktifkan beberapa kadernya yang tidak patuh dengan AD/ART. (Dol)
