PPP Bantul Jalin Silaturahmi dan Jaring Aspirasi dengan Abdul Halim

share on:
Usai sesi dialog, seluruh elemen DPC PPP Bantul foto bersama dengan Abdul Halim Muslih || YP/Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Kontstelasi politik jelang Pilbup Bantul 2020 semakin dinamis. Kali ini giliran DPC PPP Bantul yang melakukan silaturahmi dan penjaringan aspirasi kepada bakal calon Bupati Bantul periode 2020-2025, yang diadakan di Rumah Makan Waterbyur Tirtamansari, Trirenggo Bantul, Selasa (23/7) sore. Dihadiri bakal calon Bantul 1, Abdul Halim Muslih, fungsionaris DPC PPP Bantul, PAC PPP Bantul, sesepuh PPP, serta sejumlah Satgas, Laskar, GPK dan sejumlah pengurus DPC PKB Bantul.

Koordinator Silaturahmi dan Penjaringan PPP Bantul, Dyah Heningtyas Noviani SH mengatakan, penjaringan aspirasi ini perlu dilakukan untuk menyelaraskan ideologi dan visi-misi dari PPP. “Dalam silaturahmi ini kami melibatkan semua unsur yang ada di PPP Bantul. Upaya ini kami tempuh agar kami tahu lebih mendalam tentang figur Pak Halim. Untuk mewujudkan Bantul yang lebih baik dari segala aspek,” kata Dyah didampingi Ketua DPC PPP Bantul Hasyim Turmudzi.

Hasyim menambahkan, ini adalah penjaringan balon bupati kedua. Penjaringan aspirasi pertama, PPP Bantul telah berdialog dengan Agus Susanto. “Ketika semua sudah membuka dialog, otomatis kami mengantongi visi-misi para balon bupati ini. Upaya dialog santun ini terus kami gulirkan kepada para balon bupati yang lain,” imbuh Ketua DPC PPP Bantul.

Terkait langkah penjaringan yang ditempuh PPP Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan terima kasih banyak atas apresiasi dari DPC PPP Bantul. Baginya, PPP adalah rumah besar bagi umat Islam. Nafas maupun ideologi PPP dan PKB sudah selaras. Rahmatan Lil Alamiin. PPP juga selalu memperjuangkan suara umat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Dengan membuka ruang dialog ini, kita bisa saling tahu apa yang menjadi tujuan jangka panjang bersama. Untuk saat ini saya masih fokus membereskan pekerjaan sebagai Wakil Bupati. PR saya masih banyak. Intinya saya terbuka untuk berdialog, saling sharing dengan siapa saja, asal buat kemaslahatan dan perbaikan Bantul kedepannya,” ungkap Abdul Halim.

Seperti diketahui dalam Rapat Pleno Penetapan Perolehan Kursi KPU Bantul, Senin (22/7) kemarin, PPP memperoleh 2 kursi di DPRD setempat. Sedangkan PKB mendapat 6 kursi. Dan aturan dari KPU RI menyatakan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati wajib memenuhi 9 kursi.

Ketika disinggung soal koalisi antara PKB dan PPP, apakah akan mencari partner koalisi lagi untuk menambah 1 kursi, Dyah Noviani mengutarakan, kepastian dukungan tentu akan sangat dinamis sekali.

“Esensi dari silaturahmi ini adalah semua pihak bisa memiliki gambaran tentang figur yang akan didukung. Siapa yang akan mendukung dan sejauh mana dukungan tersebut,” pungkas Bendahara DPC PPP bantul ini.  (Dol)

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: