Proyek Rusunawa 3 Lantai di Jalan Sidomulyo, Progres 1,6 Persen

share on:
Sudarno ST MT, PPK Rusunawa MBR Jalan Sidomulyo || YP/Dedy

Yogyapos.com (YOGYA) – Progres pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta telah  mencapai 1,6 persen. Pencapaian tersebut meliputi pemagaran seng keliling area proyek dan pondasi.

Pengerjaan proyek yang dianggarkan Rp 14,6 miliar ini dimulai sejak 31 Mei ini, serta akan berakhir pada 29 Desember 2019. Meski demikian diharapkan sebelum tenggat akhir waktu tersebut bisa dirampungkan.

“Jadwalnya memang 31 Mei-29 Desember 2019. Tapi kami minta kepada pelaksana untuk tidak menghabiskan tenggat waktu tersebut. Ya diharapkan tanggal 10 Desember sudah bisa dirampungkan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Yogyakarta, Ign Sudarno ST MT kepada yogyapos.com, Kamis (4/7/2019).

Sudarno mengungkapkan, Rusunawa MBR dibangun di atas lahan seluas 2.680 M2 milik Pemkot Yogyakarta cq Dinas PUKP. Nantinya, bangunan ini terdiri dari 42 unit tipe 36 yang masing-masing unit memiliki 2 kamar tidur.

Struktur beton menggunakan konvensional, bukan britkes. Ini merupakan program Pemerintah Kota Yogyakarta yang diniscayakan menjadi salah satu penunjang program penataan bantaran sungai. Dengan dibangunnya proyek ini ke depan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkan tanah bantaran sungai untuk rumah hunian.

“Jadi tahun ini kami membangun 1 tower block (TB) Rusunawa. Pengerjaannya dilakukan oleh pemenang lelang yaitu PT Tiga Mas Selaras dari Bekasi yang mempunyai Kantor Perwakilan di Yogyakarta,” terangnya.

Setelah rampung, Rusunawa MBR tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang sekaligus menjadi pengelolanya sesuai peruntukannya. Diprioritaskan akan disewakan kepada masyarakat sekitar dengan kriteria yang tentu saja diatur melalui Perwal. Sebab selama ini masih banyak warga yang memanfaatkan lahan bantaran sungai untuk rumah tinggal, meskipun sebenarnya sangat tidak layak huni karena rentan musibah banjir.

Sementara terkait dengan kemungkinan peningkatan kepadatan lalu lintas, Sudarno menyatakan hal itu sudah diantisipasi dengan penyediaan tempat parkir yang luas. “Sudah kami antisipasi, bahkan sudah disosialisasi ke warga. Tiga kali kami melakukan sosialisasi. Diharapkan keberadaan Rusunawa nantinya bermanfaat bagi warga yang membutuhkan sesuai kriteria,” pungkasnya. (Met/Dedy Afrizal)

 

 


share on: