Yogyapos.com (YOGYA) – Caleg Partai Perindo dari Dapil 3 Kota Yogya, R Bagus Sumbarja SSos MM punya cara sepesifik dalam berkampanye. Ia tak butuh panggung besar dan sejenisnya, melainkan bergerak secara persuasif mengunjungi masyarakat di kampung-kampung.
Hal itu seperti yang dilakukannya di Kampung Saudagaran, Tegalrejo, Sabtu (6/4/2019). Di halaman sebuah rumah milik warga, kedatangan caleg nomor urut 1 ini langsung disambut belasan pemuda dan ibu-ibu. Keakraban pun tampak dalam pertemuan tersebut.

Salah satu posko relawan Bagus Sumbardja di kampung Saudagaran | YP/Ist
“Tempat ini sudah saya singgahi sejak remaja. Banyak teman-teman kecil saya di sini. Banyak juga konstituen saya di kampung ini sejak dulu,” ucap Wakil Ketua DPD Partai Perindo DIY ini kepada yogyapos.com, usai kampanye yang berlangsng pukul 13.00-14.30.
Bagus Sumbardja memang bukan sosok baru dalam dunia politik. Sebelum gabung dengan Partai Perindo, dia sudah kuyub di Partai Golkar. Bahkan ia pernah mejadi anggota DPRD Yogya selama 2 periode, 2004-2009 dan 2009-2014 melalui ‘kendaraan politik’ parpol berlambang pohon beringin.
Bagi Bagus Sumbarja, menjadi anggota dewan harus mempunyai konsep pembangunan daerah yang diwakilinya. Bukan sekadar berhasil terpilih, tetapi lebih penting dari itu adalah bagaimana dapat berguna bagi daerah pemilihannya. Harus paham, apa yang dapat dilakukan untuk kemajuan dapilnya serta seberapa besar sumbangsihnya terhadap masyarakat yang diwakilinya.

Para pemuda tampak suntuk menyimak pidato kampanye R Bagus DSumbardja | YP/Ist
“Strategi apa yang akan dilakukan jika menjabat nanti menjadi penting untuk dipertimbangkan sebagai anggota dewan,” ujar politisi yang menjabat Ketua Komite Sekolah SD Serayu dan Ketua Komite Sekolah SMP 11 Yogyakarta.
Politisi kelahiran 19 Mei 1964 ini sangat paham dengan kondisi sosial masyarakat di Dapil 3 (Tagalrejo, Jetis dan Gedongtengen). Ketiga wilayah ini memiliki banyak potensi, dimana kondisi infrastrukturnya relatif sudah baik dengan aksebilitas yang baik pula. Demikian pula di sektor perdagangan dan jasa, baik wisata maupun bisnis, pendidikan dan kebudayaan.
Meski demikian, papar dia, dibutuhkan strategi pembangunan yang berkelanjutan untuk menekan angka kemiskina yang kini mencapai 1.984 orang/17,33 persen (Tegalrejo), 1.613 orang/18.26 persen (Jetis), dan 1.086 orang/16,24 persen (Gedongtengen).
Dari data itu, tampak ketimbangan ekonomi yang cukup mencolok, sehingga sangat perlu dilakukan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan daya saing usaha. Mendorong program-program sosial, budaya, kesenian berbasis masyarakat untuk mempererat relasi sosial dalam kampung.
Tak kalah penting meningkakan akses dan kualitas pelayanan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik dan berkeadilan, serta memperbesar akses dan kualitas pendidikan untuk meningkatkan SDM.
“Banyak hal sebenarnya yang masih perlu dilakukan. Di antaranya pembangunan ekonomi berbasis masyarakat dalam berbagai bidang, melalui program-program sosial pelatihan, manajemen SDM yang profesional di kalangan aparatur sipil negara untuk pembangunan kota yang lebih baik,” lanjut mantan Ketua DPD PAMMI DIY disambut aplaus warga.

Ibu-ibu tak mau ketinggalan ikut menyimak pidato kampanye walau dari dalam Posko | YP/Ist
Di akhir kampanyenya, Bagus menyatakan siap menggelontorkan program penguatan pembangunan berbasis kampung. Segenap potensi warga di Dapilnya akan digerakkan melalui motivasi dan pendampingan warga yang tentu saja menggunakan dana tidak sedikit.
Soal dana ini, katanya, tidaklah terlalu jadi persoalan. Karena nanti anggarannya bisa diperbesar melalui berbagai sumber dana yang ada. “Kita punya sumber dana yang cukup memadai, asalkan peruntukannya jelas dan fokus untuk pemberdayaan masyarakat. Jika perlu dana untuk kelurahan diperbesar agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi warga di kampung-kampung,” pungkas politisi yang sejak remaja guyub dengan kehidupan wong cilik ini seraya mengingatkan agar semua pendukungnya tetap menjaga nilai-nilai demokrasi dan terwujudnya pemilu yang damai. (Met)
