Yogyapos.com (SLEMAN) – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, terus tumbuh dan berkembang setelah kebangkitannya pada tahun 1998. Hingga kini HW membina anggotanya menjadi kader Muhammadiyah, umat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mendukung adanya hal itu, Bendahara Kwartir Pusat HW dalam Rapat Kerja Nasional juga menggelar pendidikan dan pelatihan, yang menghasilkan keputusan pembuatan Badan Usaha Milik Hizbul Wathan (BUMHW).
“Pembuatan BUMHW ini sebagai tindak lanjut dari Sidang Tanwir 1 Gerakan Kepanduan HW Komisi 3 pada bulan Juni 2018, yang salah satu rekomendasinya adalah tentang realisasi Badan Usaha Milik Hizbul Wathan (BUMHW) di semua kwartir dan mengatur tata niaga serta membuat rencana bisnis BUMHW,” ujar Ketua Kwartir Pusat HW Uun Harun Syamsuddin di Kantor Pusat KW Jalan Suronatan Yogya, Kamis (28/3/2019).
Uun mengungkapkan, dalam raker yang berlangsung pada 23 Maret 2019 tersebut dibahas pula otoritas dan kewenangan operasional, kebendaharaan dan bidang penggalian dana. Hasil keputusannya diharapkan bisa patuhi dan disampaikan ke pimpinan di bawahnya.
Uun juga mengingatkan agar hal itu menjadi bagian ketaatan dalam berorganisasi, yaitu dengan mematuhi keputusan peryarikatan dan pimpinan seperti keputusan Muktamar dan Tanwir.
“Untuk itu sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah perlu dibaca, dipahami dan dilaksanakan,” ujarnya. (Afn)
