Rampung Pembangunan Pasar Gentan, Menteri Perdagangan Mengapresiasi Pemkab Slema

share on:
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto didampingi Bupati Dr H Sri Purnomo || YP - Agung dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto SE mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sleman dibawah kepemimpinan Bupati Drs H Sri Purnomo atas sukses pembangunan pasar tradisional Gentan, Ngaglik Sleman.

Pernyataan itu disampaikan Agus Suparmanto dalam sambutan peresmian pasar tersebut, Kamis (2/7/2020). Peresmian pasar ini juga mendapat sambutan hangat masyarakat dan para pedagang di sana.

“Program seperti ini perlu diteruskan oleh Pemkab. Sehingga pasar nantinya bisa benar-benar menjadi tempat belanja yang aman, bersih nyaman, sehat,” katanya.

Agus mengungkapkan, Kemendag pada 2020 telah menetapkan revitalisasi terhadap 154 unit pasar rakyat atau tradisional yang tersebar di kabupaten dan kota. Disamping membangun fisik, juga berupaya merevitalisasi manajemen dan edukasi bagi pedagang.

Sementara Bupati Sri Purnomo dalam laporannya mengatakan, di Kabupaten Sleman terdapat 42 pasar dan Resto yang dikelola oleh Dinas Peridustrian dan Perdagangan. Berdasarkan komoditas yang dijual belikan, maka pasar di Sleman meliputi pasar umum, pasar produk pertanian dan pasar hewan.

Meski begitu, mayoritas yang ada adalah pasar umum dengan komoditas yang dijual yakni kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Bupati juga memaparkan, pasar-pasar di Sleman telah memperoleh predikat Tertib Ukur pada 2019. Jumlah yang telah direvitalisasi sejak 2013 sampai 2019 sebanyak 19 pasar. Dananya bersumber dari APBD Kabupaten Sleman sebanyak Rp 165,5 miliar, APBD DIY sebanyak Rp 12 miliar dan APBN sebanyak Rp 17.2 miliar. Sehingga total Rp 195,1 miliar.

Keberadaan pasar rakyat/tradisional tak mungkin ditiadakan karena masih sangat-sangat dibutuhan oleh masyarakat. Hilangnya pasar rakyat akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah. “Selain juga bisa meningkatnya pengangguran, penurunan daya beli akibat tingkat pendapatan semakin kecil,melemahnya sektor perdagangan informal dan terhambatnya arus distribusi bahan pokok dan sebagainya,” pungkas Sri Purnomo. (Agung DP)   

 


share on: