Yogyapos.com (BANTUL) - Hingga kini dalam situasi terjadi wabah virus Corona (Covid-19), ternyata masih banyak anggota masyarakat yang belum bisa memaknai dan mengaplikasikan istilah lockdown secara benar. Maka masih diperlu edukasi di tengah masyarakat.
Pendapat itu diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat dan Koordinator Relawan Kemanusiaan Peduli Covid-19, asal Donotirto Kretek Bantul Yogyakarta , Pambudi Mulyo, kepada awak media, di sela melakukan aksi sosialnya, di Kretek, Bantul, Kamis (9/4/2020).
Aksi sosial kemanusian kali ini merupakan yang ketiga kalianya di Kretek. Melibatkan 40 relawan atas berkerja sama dengan ‘Katir Center’ yang berkantor di Pajangan Bantul.
Dalam aksi ini, katanya, diantaranya dilakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker (APD), sabun, softanol untuk cuci tangan dan sembako di tengah masyarakat, serta edukasi pemahaman tentang lockdown.
Dijelaskan, masyarakat memahaminya lockdown identik dengan tertutup untuk masyarakat secara luas. Padahal itu harus dimaknai secara selektif bagi warga luar yang masuk ke tempat yang diberlakukan lockdown. Artinya, ada lockdown atau tidak, masyarakat harus paham dan mampu mengaplikasikan tentang protokoler pencegahan Covid-19. Misalnnya pendatang dari luar daerah harus mengisolasi mandiri dalam waktu tertentu dan harus disemprot disnifektan. Semua orang yang keluar rumah harus jaga jarak secara fisik dengan orang lain, mengenakan masker dan berpola hidup bersih dan sehat serta menjaga stamina.
"Memberikan edukasi tentang hal itu kepada masyarakat salah satu poin penting dalam aksi kemanusiaan kami,” katanya.
Sementara itu, pemantauan awak media di lapangan menunjukkan, aksi sosial serupa sering dijumpai di tengah masyarakat. Sedangkan dusun (kampung) juga masih banyak yang memberlakukan lockdown. (Supardi)
