Yogyapos.com (SLEMAN) - Minat masyarakat terhadap wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus meningkat sepanjang awal 2026. Objek wisata alam (OWA) Kalitalang, Plunyon dan Deles Indah menjadi destinasi yang paling banyak diserbu pengunjung.
BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
Hal itu tidak terlepas dari semakin maraknya olah raga lari gunung (trail run) dan trekking yang digandrungi kebanyakan anak muda.
Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo mengatakan, pihaknya mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Balai TNGM menunjukkan total wisatawan yang datang ke OWA di kawasan Merapi sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 96.683 orang.
BACA JUGA: Rektor UGM Terima Kunjungan Danrem Brigjen Yuniar Dwi Hantono, Ini yang Dibicarakan
"Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025," kata Heri, Selasa (19/5/2026).
Data menunjukkan, realisasi retribusi berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga April 2026 sebesar Rp 1.114.001.500 (89.08%) dari total target Rp 1.250.600.000.
BACA JUGA: Sosialisasi P4GN di Makorem 072/Pmk, Tak Ada Prajurit Mengonsumsi Narkoba
Total kunjungan sampai dengan bulan April 2026 sebanyak 96.683 orang, naik 21 persen dibandingkan tahun 2025 di bulan yang sama. Sedangkan kunjungan pada bulan April 2026 sebesar 29.586 orang. "Ada kenaikan pengunjung sebesar 57 persen dibanding bulan Maret 2026," bebernya.
BACA JUGA: Di Masjid Sultan Agung, Pelatihan Asah Bilah dan Manajemen Kurban Disambut Antusias
Puncak kunjungan terjadi pada hari-hari libur nasional dengan kunjungan sebesar 47,9 persen dari total pengunjung. Pada bulan April 2026 pada masing-masing OWA sebagian besar diatas rata-rata bulanan pengunjung masing-masing OWA. "Pada bulan April 2026, hampir semua OWA mengalami kenaikan jumlah pengunjung kecuali OWA Tlogo Muncar," sebutnya.
BACA JUGA: BNNP DIY Tangkap Pengedar Sabu dan Musnahkan BB Narkoba
Kenaikan Pengunjung OWA pada tahun 2026 dibandingkan 2025 (dan April 2026 pada khususnya) tidak terlepas dari semakin maraknya olah raga lari gunung (trail run) dan trekking yang digandrungi kebanyakan anak muda. Peningkatan kunjungan di beberapa OWA di lingkup TNGM, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar OWA.
BACA JUGA: Kolaborasi Elemen Kunci Wujudkan Ketahanan Ekonomi
"Lokasi yang diminati untuk trekking juga trail run yaitu OWA Plunyon, Kalitalang juga Deles Indah," katanya.
Ia menjelaskan, retribusi tersebut 100 pesen merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang disetorkan langsung ke kas negara. Aturan mengenai PNBP ini diatur dalam PP Nomor 36 tahun 2024, tanggal 30 September 2024, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
BACA JUGA: Jemaah Haji Kini Lebih Nyaman dan Dimuliakan
"Adapun operasional masing-masing Obyek Wisata Alam (OWA) menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," jelasnya. (Opo)
