Yogyapos.com (SLEMAN) – Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengungkapkan, Statistik Kepolisian Lalu Lintas Nasional menunjukkan lebih dari 32 ribu orang tewas di jalan pada tahun 2011. Dan hal itu memiliki dampak pada perekonomian bangsa.
"Oleh karena itu, pentingnya lalu lintas sebagai aktivitas masyarakat yang berisiko kecelakaan dan perlu pengelolaan sumber data kecelakaan lalu lintas secara profesional,” ujar AKBP Rizky Ferdiansyah dalam acara sosialisasi keselamatan lalu lintas melalui kegiatan bertajuk ‘Millenial Road Safety Festival’ yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Sleman di Lapangan Denggung Sleman, Minggu (3/3/2019).
Menurut Kapolres, mayoritas korban kecelakaan lalu lintas merupakan usia produktif 17-35 tahun. Karenanya kaum milenial diajak menjaga ketertiban lalu lintas. "Karena milenial adalah generasi penerus bangsa ke depan. Dan ini hanya awal, kita akan terus sosialisasikan terutama sasaran kita adalah sekolah-sekolah,” janji Rizky Ferdiansyah.
Kegiatan yang melibatkan 6.700 peserta, dimeriahkan jalan sehat, sosialisasi safety reading dan atraksi freestyle motor ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi.
"Ini ujud kepedulian kepolisian terhadap millenial agar mereka tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas, terlebih lagi yang menjadi sasaran adalah kaum muda atau millennial," kata Sri Purnomo mengapresiasi Polres setempat.
Sri Purnomo menegaskan, peran keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan pemahaman mengenai tertib berlalu-lintas. Peran keluarga yang dimaksud adalah orang tua yang tidak membiarkan anak di bawah umur untuk tidak berkendara di jalan raya. Apalagi dengan sengaja membelikan kendaraan ketika belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).
"Hal itu tentunya sangat berbahaya, lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari. Sudah banyak kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur," katanya. (Afn)
