Sanggar Semud Kembali Menggeliat Suguhkan Karya-karya 17 Perupa

share on:
Sebagian karya yang dipamerkan di Sanggar Semud, Krapyak Triharjo Sleman, Sabtu (28/5/2023) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sanggar lukis SEMUD Sleman kembali menggelar pameran lukisan di Sanggarnya, Krapyak Triharjo Sleman, Sabtu (28/5/2023) malam. Pameran akan berlangsung hingga 8 Jini 2023.

Mendapat perhatian khusus pengunjung || YP-Agung DP

Pameran lukis yang dibuka oleh perupa senior sesepuh Sanggar Bambu Totok Buchori, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Menggambar Nasional mengusung tema ‘Guyup Nggambar Bareng’ diikuti oleh 27 perupa dari Sleman, Borobudur, Yogya, Blitar, Malang, Bandung, Wonosobo dan Surabaya. Salah satu pendiri Sanggar Semud Eko Rahmy, menyampaikan sanggar Semud merupakan kelompok seni rupa yang berdiri sejak 1985 di Sleman. Selama ini telah melakukan berbagai kegiatan pameran, lomba lukis anak-anak maupun diskusi. Disanggar Semud ada yang membedakan dengan sanggar lain, yakni tempat yang natural.

Performance Art pembukaan pameran || YP-Agung DP

“Banyak teman teman seniman kalau datang disanggar menemukan sebuah kerinduan menikmati alamnya,” katanya.

Sementara itu, Totok Buchori dalam sambutannya menyampaikan di Sleman banyak seniman lukis. Mereka perlu diajak berdiskusi bersinergi dengan pemerintah. Apa lagi akan berdiri gedung taman budaya bahkan rencananya pemerintah akan membangun taman budaya, hal ini tentu membutuhkan masukan dari para seniman.

Melalui momentum Hari Menggambar Nasional berharap Sanggar Semud lebih memasyarakat berinteraksi dengan anak-anak sehingga memupuk generasi muda mencintai seni rupa.

Pergelaran wayang kulit oleh dalang cilik ikut memeriahkan pembukaan pameran || YP-Agung DP

“Semoga dengan event ini serta dengan tema Guyup Nggambar Bareng  kegiatan sangar terus menggeliat setelah mati suri 38 tahun,” harap Totok Buchori.

Ashari, perupa senior Sanggar Semud menuturkan, dalam event pameran ini salah satunya di latar belakangi semangat dari teman-teman anggota terus aktif berkarya yang merasa bertangggung jawab sebagai perupa. Sekaligus beromantisme bisa kembali bertatap muka.

Kegiatan ini selain pameran lukis juga dimeriahkan performance art, pentas wayang dalang cilik Gavran Gantari, pentas ritus dan doa, pantomin dan biola. (Agn)

 


share on: