Yogyapos.com (BANTUL) – Sarasehan bertajuk 'Nyawiji Mbangun Nagari, Resik Lingkungane, Sehat lan Makmur Wargane' memperingati Hari Jadi ke-192 Kabupaten Bantul digelar di Pendapa Manggala Parasamya Pemerintah Kabupaten ini, Jumat (7/7/2023) malam.
Sarasehan menghadirkan narasumber Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Pakar Budaya UGM Yogyakarta Dr Pande Made Putra Negara, Sekda Bantul Agus Budiharjana dan Kepala Bapeda Fenti Yusdhayanti. Diikuti para Kepala OPD, lurah, utusan ormas dan akademika.
“Sareserehan ini diantaranya untuk penguatan Nawolo Bupati. Konsep nawolo ini ada tujuh isu strategis priotitas pembangunan,” ungkap Fenti selaku Ketua Panitia Penyelenggara.
Sementara itu, Bupati Abdul Halim Muslih, menyatakan Pemkab Bantul dalam pembangunan sudah memiliki capaian tingkat nasional melalui beberapa pengahargaan termasuk penurunan stunting dan Kabupaten Kota Kreatif.
“Di lain sisi Bantul masih banyak menghadapi tantangan dalam memajukan daerahnya,” kata Halim.
Sebanyak tujuh prioritas pembangunan Bantul meliputi pningkatkan pengamalan Pancasila, optimalisasi gerakan masyarakat peduli lingkungan dan budaya, meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya untuk menciptakan generasi berkualitas.
Selain itu juga mengoptimalkan produk lokal yang berdaya saing nasional dan internasional, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Pemilu 2024, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal untuk memperkuat keistimewaan DIY.
Pada kesempatan sama, Dr Pande Made Putra Negara, menyampaikan pentingnya menyelesaikan secara bersama mengenai kesenjangan sosial. “Pengembangan Bantul untuk masa depan harus dilakukan melaui trasformasi. Bantul mengalami dan melakukan percepatan perubahan, tapi juga jangan dibiarkan adanya kesenjangan. Melainkan harus diselesaikan bersama,” katanya.
Menurutnya, Bantul pada tahun 1971 dapat dikatakan terisolir. Namun setelah itu telah berubah dan kini banyak prestasi yang diraih di bidang ekonomi, pariwisata dan lainnya. (Spd)
