Dr Sarjilah MPd, wanita kuat yang tak pernah lelah untuk mengarungi belantara kehidupan. Kerasnya kasunyatan dunia menempa diri pemilik berat badan 59 kg dan tinggi badan 163 cm ini semakin memiliki pamor. Wanita tangguh di segala medan. Bayangkan sebagai wanita dengan 4 anak dan istri dari Edi Marsono ini memiliki segudang aktivitas yg tak hanya super tetapi hiper sibuk. Namun nyatanya aktivitasnya bisa tetap berjalan dan termanage dengan baik.
Selain sebagai pejabat eselon 3 di lingkungan Kemdikbud RI sehingga harus wira wiri Jakarta Yogyakarta dan ada kalanya dinas ke luar pulau bahkan manca negara. Kedudukannya sebagai orang nomor 1 di LPMP DIY, Srikandi masa milenial yang satu ini juga sibuk membuka acara baik di dalam kantor maupun di luar kantor. Wanita yang kini mukim di Tirtomartani, Kalasan, Sleman, ini juga aktivis organisasi. Tak tanggung tanggung aktivitas di organisasi besar yakni Muhammadiyah.
Ibu dari Irvan, Nurul, Faris dan Fahmi ini aktif di PP Aisyiyah sebagai Anggota Pembinaan Kader juga di Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM DIY sebagai Wakil Bendahara. Banyak relasi, sahabat dan kolega juga teman-temannya sering memanggilnya Bunda Jilly. Senyumnya selalu tertebar disetiap kali bertemu atau berpapasan dengan siapapun. Semangatnya juga membara walaupun ada permasalahan rumit tetap optimis. Tidak ada keraguan pula dalam bertindak maupun bersikap.
Tulisan singkat ini mencoba menuliskan tentang siapa sosok wanita super sibuk dan lahir pada 13 April 1965 memiliki darah seni yang kental. Bagaimana tidak berjiwa seni ayahnya Margawidada adalah seorang yang aktif membantu keluarga karawitan TVRI Yogyakarta kala masih sugeng. Sarjilah kecil tentu sangat kental dengan atmosfir seni budaya. Belum lagi tempat lahirnya di daerah Purwokinanti Yogyakarta yang berdekatan dengan Pura Kadipaten Pakualaman yang menjadi sumber adat seni budaya Jawa di samping juga ada karaton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sehingga amat sangat sering bersinggungan dengan seni budaya. Baik wayang, tari, macapatan dan geguritan. Sebagai pelaku maupun penyaksi, pecinta dan pemerhati.
Darah seni itu mengalir dari orang tuanya juga dari lingkungannya. Alkulturasi seni dalam tubuh Sarjilah memang kentara homogen saling silang dan saling mengisi. Baik dari orang tua, lingkungan dan talenta anugerah Allah SWT. Kini Sarjilah tidak bisa melepaskan diri dari hal yang bersifat seni. Ibarat pakaian sudah sesuai dan serasi yang nempel ibarat amplop dan perangkonya.
Sederetan aktivitas seni yang acap melibatkannya adalah bernyanyi baik diiringi elektone, ansambel musik atau band. Bernyanyi adalah kesukaannya. Menghilangkan stres dan penat biar fresh itulah alasan Bunda Sarjilah suatu kesempatan pada penulis. Demikian juga dengan membaca geguritan atau puisi dikatakan sebagai ekpresi penumpahan segala rasa dan asa. Nada Dakwah Syiar Syair gelaran LSBO PWM DIY melibatkan Doktor jebolan Universitas Negeri Yogyakarta ini. Belum lagi jabatan sebagai Bendahara Umum di kegiatan akbar Olimpiade Budaya Jawa yang dihelat oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM DIY dan melibatkan ribuan orang. Sebagai pengisi temporer yang membincang tentang seni budaya di radio Vedac 99 FM. Demikian juga beberapa kali diminta berkomentar di media koran. Bahkan belum lama ini membaca puisi Jawa di acara Gadon Guyon Waton Waton Bener.
Sarjilah adalah wanita sarat prestasi. Dengan semboyan rawe rawe rantas, malang malang tuntas. Suradira jayaningrat. Jaya jaya wijayanti lebur dening pangastuti. Sarjilah akan terus bergerak untuk seni budaya yang merupakan aset bangsa Indonesia. Seni budaya harus hidup dan terus bersemi di bumi pertiwi. Ada kalimat yang cukup mengulik rasa bangga akan wanita yang terang bicara akan seni budaya begini. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi. Makanya tidak lelah-lelahnya wanita yang suka dengan teh panas dan tengkleng gadjah ini mengawal aktivitas seni budaya baik kethoprak maupun campursari. Penulis yang cukup lama membersamai tahu betul sepak terjangnya untuk seni budaya semakin jaya. Total itulah wanita ini dalam bekerja. (KRT Wibaksodipuro SSn MM MMSDM)
