Yogyapos.com (BANTUL) - Selama tahun 2023 Kabupaten Bantul telah melaksanakan program pembangunan daerah untuk memberdayakan masyarakat terutam peningkatan derajat perekonomiannya.
“Diantara yang telah direalisasi meliputi Bersih Sampah, Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Padukuhan (P2MBP), penangulangan stunting dan pembangunan infrastruktur padukuhan,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Selasa (9/1/2024).
BACA JUGA: Tabrakan Ayla vs Khasima, Seorang Pengendara Cidera di Bagian Kepala
Ia menjelaskan, guna mewujudkan Bantul bersih sampah di tahun 2025 adalah melalui pembangunan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST). Sebanyak tiga diantaranya di Argodadi, Banguntapan dan Niten. Meski pembagunan TPST ada beberapa yang belum selesai 100 persen, tetapi dapat dipastikan akan terselesaikan pada tahun 2024.
Selain itu, pogram daerah ini berupa setiap padukuhan mampu mengolah sampah dan tuntas pada tahun 2025. Itu targetnya 100 ton sampah setiap harinya dapat diolah secara baik untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sumber pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis padukuhan.
BACA JUGA: Debat Capres, Dr Mukhijab MA: Dari Saling Melirik, Serangan ke Prabowo dan Pembelaan Presiden
“Sedangkan Program Daerah yang lain mengatasi stunting. Ini melalui Posyandu yang setiap padukuhan telah diberikan dana anggaran sejumlah Rp 50 juta,” sambungnya.
Sedangkan program daerah yang selanjutnya berupa pembangunan infrastruktur padukuhan berupq membangunan sejumlah sarana prasarana berupa jalan padukuhan satu diantaranya Jalan Wonolelo.
“Infrastruktur ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 150 miliar dari APBD Bantul,” jelasnya.
Dikatakan, pihaknya yakin bahwa Bantul nantinya akan lebih maju dan kuat perekonomiannya. Sebab dengan dibangunya atau adanya JJLS serta telah ada Jembatan Kretek 2, sedang dibangun Jembatan Progo maupun akan dibangun kelok 23 atau kelok 18 akan membuka peluang perbaikan ekonomi.
BACA JUGA: Polres Bantul Sita 164 Knalpot Brong Selama Sepekan, Ini Dasar Hukumnya
“Dengan adanya JJLSS dan prasarananya akan tumbuh selter-selter perekonomian baru. Selter itu antara lain berupa SPBU, hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan wisata,” katanya.
Hal itu sesuai harapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X bahwa Bantul menjadi bagian depan (teras) Yogyakarta. Ini dengan selogan ngedepi samudro (menghadapi laut) dan ngungkurke argo (membekangi gunung). (Spd)
