Seruan Jihad Tolak RUU HIP dan Lawan Komunisme Membahana di Yogyakarta

share on:
Ketua Presidium FUI, HM Syukri Fadholi SH semangat serukan jihad || YP-Ismet

Yogyapos.com (YOGYA) - Takbir dan tekad jihad melawan komunis membahana dari ribuan peserta aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (20/6/2020).

FUI yang beranggotakan berbagai ormas Islam. Massa bergerak dari 1 titik besar kantor Persaudaraan Djemaah Haji Indonesia (PDHI), area parkir Bank Indonesia dan depan museum Beteng Vredeburg. Diantara mereka adalah rombongan dari organisasi sayap PPP yakni GPK Khittah DIY, Pemuda Pancasila, Kokam, FPI dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Bukan hanya dari Yogyakarta saja, tetapi juga Surakarta dan Klaten.

Ikut tampil memberikan orasi H Irfan S Awwas dari MMI dan senior PPP Mudrik Malkan Sangidoe dari Surakarta. Hadir pula walau tidak memberikan orasi antara lain Heri Sebayang dan mantan Sekjen Dema UII Daris Purba.

Massa menolak keras RUU HIP, karena telah mendistorsi (melemahkan) makna Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Selain itu merupakan upaya membuat tafsir terhadap Pancasila dan Negara yang baru, sehingga bertentangan dengan UUD 1945.

Ketua Presidium FUI, HM Syukri Fadholi SH menyatakan bahwa RUU HIP secara nyata telah mengindikasikan adanya upaya yang sistematis untuk mengembalikan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengembangkan atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Indikasi ini sangat jelas, dalam konsideran RUU HIP tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI. Demiki juga dalam Pasal 7 RUU ini, telah nyata mereduksi Pancasila menjadi Trisila kemudian mengkristalisasikan menjadi Ekasila yang merupakan bentuk kesesatan karena bertentangan dengan Pembukaan maupun Batang Tubuh UUD 1945.

“Upaya menghidupkan kembali komunisme makin nyata. Mari singsingkan lengan kita. Solidkan barisan dan siap berjihad menumpas segala tindak komunisme di Indonesia. Mari berjihad menumpas segala tindak komunisme di Indonesia,” seru Syukri, lantang.

Ajakan senada juga diserukan Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustad M Jazir karena ideologi Pancasila sudah final. Tak bisa ditawar lagi.

“Kami disini siap berperang melawan segala paham komunisme. Siapa saja yang merongrong keberadaan Pancasila, siap berhadapan dengan kami,” tegas Ustad Jazir.

Para orator diamini peserta unjuk rasa sepakat, RUU HIP merupakan upaya makar konstitusi yang menimbulkan kegaduhan dan diyakini akan memecah belah pertasuan dan kesatuan bangsa. Sehingga bukan saja ditunda, tapi harus dicabut. Jika tidak maka akan muncul gerakan yang lebih besar.

Aksi damai tersebut juga dihadiri simpatisan perempuan yang loyal. Ditengah aksi, para relawan mengumpulkan donasi untuk berjihad. Aksi ini kemudian ditutup dengan doa bersama. (Dol/Met)

 

 


share on: