Sewindu Karya Lulu Lutfi: Bersahaja, Sarat Makna

share on:
Lulu Lutfi Lalibi (kiri) bersama hasil karyanya Sewindu Bercerita yang sangat ikonik || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Sewindu sudah Lulu Lutfi Labibi bergelut dengan karya. Bercengkerama dengan asa dan cita. Suka-duka pun saling berpagut. Bertempat di Jogja National Museum (JNM), Sabtu (14/9) malam, Lulu menggelar fashion show koleksi spring/summer 2020 bertajuk ‘Sewindu Bercerita’ yang melibatkan sekitar 50 peragawati.

Bagi Lulu, momen 8 tahun berkarya ini ditandai dengan syukuran dan doa bersama. “Perjalanan yang penuh liku. Ada ide yang tertuang, ada keringat yang menetes. Semua ditempa dengan proses. Sewindu ini telah memberi banyak pelajaran hidup bagi saya. Gelap-terangnya saya nikmati,” jelas Lulu di sela acara.

Tema besar yang dipilih ‘Sewindu Bercerita’ lantaran dalam setiap karyanya, Lulu menyelipkan nilai bersahaja yang sarat makna. Dan dekat dengan keseharian. Motif lurik dan batik tak lepas dari tangan pria yang membuka workshop dan butik di Pekaten Kotagede. Seperti motif Baur Rupa, Langit Senja dan Duka Luruh yang sangat ikonik.

Lulu menambahkan, dalam koleksi kali ini dia juga menyelipkan aksen kain perca dalam setiap karyanya. “Kain perca ini saya kumpulkan selama 8 tahun. Baik perca lurik ataupun batik. Kain perca ini lalu dipotong dan ditenun kembali dengan benang pakan dan lungsi. Kemudian diproses dengan ATBM (alat tenun bukan mesin). Bagi saya menyatukan kain perca adalah merangkai sebuah kenangan. Lalu ditenun menjadi gulungan kain yang mempesona,” ujar Lulu Lutfi.

Selain fashion show, Lulu juga akan menghelat exhibition dari tanggal 15-20 September, yang berkolaborasi dengan Indieguerillas, yang juga sempat join bareng pada 2015 dalam karya Petruk Jadi Supermodel.

Adapun sejumlah karya yang telah ditelurkan Lulu Lutfi Labibi. Jantung Hati (2015), Gedangsari Berlari (2016), Perjalanan (2017), Tirakat (2017), Persimpangan (2018), Tepian (2019) dan Murakabi (2019). (Dol)

 

 


share on: