'She Wanted to be a Beauty Queen' Dilaunching di Ndalem Natan

share on:
Aminah || YP-Ist

BAHASA Jawa adalah induk dari warisan sastra tulis berusia seribuan tahun (tertua di Asia Tenggara) tetapi, hingga sekarang, perwujudan modern dari warisan ini masih belum banyak dikenal orang, terutama bagi pembaca sastra Indonesia. She Wanted to be a Beauty Queen, yang akan diluncurkan oleh Yayasan Lontar, adalah bunga rampai sastra Jawa pertama dalam terjemahan Inggris. 

Tiga puluh cerita pendek  karya 24 penulis sastra Jawa yang menggarap pelbagai topik dari identitas etnis, hubungan lelaki-perempuan, iman, status sosial, uang hingga realitas Jawa dalam dominasi Bahasa Indonesia hari ini.

BACA JUGA: Relawan Perubahan Yogyakarta Besar Menggelar Ngobrol Bisnis Milenial

Ada enam bagian tematik dalam buku ini yang masing-masing memuat lima cerita. Echoes of Old Java, bagaimana para penulis menggambarkan warisan dan identitas Jawa. Women Among Men, ketegangan hubungan lelaki-perempuan dalam budaya Jawa. Footprints in the Sands of Faith, spektrum Islam Jawa, dari ortodoksi yang berorientasi ke Arab hingga heterodoksi yang menyerap budaya setempat.

BACA JUGA: PBN, Salurkan Bantuan Air Bersih Sampai ke Klaten

Status, Face, Shame: A Gallery of Portraits, bagaimana hierarki budaya Jawa yang ketat tetap memainkan peran dalam interaksi masyarakat biasa dalam kehidupan sehari-hari. Making Money, and Losing It, tentang uang dalam kehidupan orang Jawa. Living with Indonesia, bagaimana orang Jawa memandang secara skeptis Indonesia.

George Quinn || YP-Ist

Dalam setiap cerita tersurat pandangan hidup Jawa yang mengakar kuat dalam kehidupan di desa dan kota kecil. Karya-karya sastra ini meletupkan humor dalam pelbagai situasi, penokohan, pencitraan hingga konvensi penulisan.

BACA JUGA: Tak Ada Niat Memperdagangkan Kura-kura, Terdakwa Menerima Hukuman Percobaan

She Wanted to be a Beauty Queen adalah buku kumpulan cerita pendek Jawa pertama dalam terjemahan Inggris. Dikumpulkan dan diterjemahkan oleh George Quinn, penerjemah yang juga menyiapkan esai penutup yang mencoba mendudukkan bunga rampai ini dalam lanskap sastra Indonesia modern.

Para pengarang sastra Jawa yang termuat dalam bunga rampai ini adalah Ardini Pangastuti, Daniel Tito, Djajus Pete, Esmiet, Herry Abdi Gusti, Iman Budhi Santosa, JFX Hoery, Krishna Mihardja, Margareth Widhy Pratiwi, Ngalimu Anna Salim, Nono Warnono, Oyos, Poerwadhie Atmodihardjo, Purwadmadi, Roeswardijatmo Hardjosoekarto, Siti Aminah, Soedharma KD, St Iesmaniasita, Suparto Brata, Suwardi Endraswara, Tiwiek SA, Totilawati Tjitrawasita, Trinil, dan Trinilya Kinasih.

BACA JUGA: GM Burza Hotel Yogya Ditahan, Diduga Terlibat Kasus Kredit Fiktif Rp 1,5 Miliar

George Quinn, penerjemah bunga rampai ini, dilahirkan di Te Kuiti, Selandia Baru, pada 1943. Dia mendapatkan gelar master dari Universitas Victoria di Wellington (1965), gelar sarjana dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1973), dan gelar doktor dari Universitas Sydney (1984). Disertasinya, The Novel in Javanese (1992) terbit dalam bahasa Indonesia sebagai Novel Berbahasa Jawa (1992). Buku terakhirnya adalah Bandit Saints of Java (2019) terbit dalam terjemahan Indonesia Wali Berandal Tanah Jawa (2021).

BACA JUGA: Menjadi Pembina Upacara, Danang Maharsa Bernostalgia di SDN Denggung

Buku She Wanted to be a Beauty Queen akan dilaunching di Ndalem Natan Jalan Mondorakan Nomor 5 Kotagede, Yogyakarta pada Sabtu, 14 Oktober 2023 pukul 09.30-12.00 WIB. Pembicara dalam pembahasan karya sastra tersebut George Quinn dan Siti Aminah dengan moderator Gibran Nicholau dan MC dibawakan Wahjudi Djaja. (Iud)

 

 

 

 

 


share on: