Siska Aulia, Dari Hadroh ke Penyiar Radio Vedac 99 FM

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gadis kelahiran 28 Oktober 1998 yang beralamat di Magir, RT 3 RW 24 Dayakan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman ini menekuni secara serius di panggung seni suara sejak lulus SMA. Bermula dari seringnya ikut nyumbang lagu di berbagai hajatan manten dan khitanan. Setelah itu diajak oleh salah satu player di Prambanan. Akhirnya keterusan sampai sekarang. 

Siska Aulia lengkapnya. Tapi akrab disapa Siska oleh para penggemarnya, sosok yang sangat friendly dan familier. Setiap bertemu orang selalu murah senyum dan menyambut dengan ramah.

"Awalnya saya ini penyanyi atau vocalis hadroh di grup hadroh dusun sebagai penyanyi inti. Lama-lama kok nyanyi merasa nyaman karena saya landasi sebagai hobby," terang Siska Aulia, di studio Radio Vedac FM, Kamis (5/9/2019).

Gadis yang memiliki bintang scorpio ini ketika kecil memiliki cita-cita ingin menjadi guru Bahasa Jawa. Karena menurut Siska menjadi guru bahasa Jawa itu menyenangkan.

"Saya selalu iri kalau melihat    orang yang bisa memiliki unggah umgguh atau tata krama. Saya melihat saat ini anak anak kecil dan juga banyak teman saya yang mulai luntur. Jadi semenjak kecil ingin menjadi guru Bahasa Jawa itu. Tetapi ternyata jalan kehidupan menuntun saya menjadi penyanyi," kenang anak pertama dari dua bersaudara ini.

Siska dilahirkan dari pasangan Misdi dan Poniyah. ia baru saja menyelesaikan ujian di UII jurusan Akuntansi ini juga sebagai penyiar Radio Vedac 99 FM.

"Saya merasa senang bisa menjadi bagian dari Radio Vedac 99 FM. Sangat menyenangkan, punya banyak relasi, banyak kenalan dan yang pastinya banyak penggemar... he he he," tutur Siska Aulia sambil tertawa.

Sore itu ketika ditemui di ruang siar juga sudah persiapan ingin menghibur khalayak di daerah Kepuhharjo Cangkringan Sleman. Wilayah DIY, Jateng dan Jatim sudah pernah dirambahnya. Hobby yang bukan menjadi cita-cita ini, kata Siska, akan dijalani kendatipun nanti sudah berkeluarga. Dia akan meminta ijin kepada suaminya kelak. Siska yang masih muda ini ternyata memiliki kepedulian terhadap unggah-ungguh dan Bahasa Jawa dengan dibuktikan selalu menggunakan bahasa Jawa ketika bicara dengan para orang yang bisa menggunakan bahasa Jawa. Disamping itu juga dia sangat merasa prihatin dengan mulai tergusurnya bahasa Jawa di tengah-tengah masyarakat DIY. Harapannya bahasa Jawa bisa tetap lestari dan jaya selamanya. (Akhir Lusono)


share on: