Yogyapos.com (SLEMAN)- DPC Peradi Kota Yogya menghelat Syawalan dan Halalbihalal di Kasultanan Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu (26/6) malam. Dihadiri sekitar 200 tamu undangan yang berasal dari anggota internal Peradi Kota Yogya, para mitra penegak hukum, stakeholder terkait dan rekan media. Acara diawali dengan menyanyi bersama Indonesia Raya dan Mars Peradi.
Ketua Panitia Zamzam Wathoni SH dalam sambutannya menegaskan, jika acara ini adalah wadah silaturahmi dan komunikasi antar advokat Peradi Kota untuk terus memupuk soliditas dan solidaritas dalam bingkai persatuan. “Sudah cukup, selisih paham dan berdebat soal Pilpres kemarin. Perdebatan cukup hanya sampai di kerongkongan saja. Jangan sampai dibawa ke hati. Kini kita kembali ke fitrah. Silaturahmi dan komunikasi harus terus dibangun,” kata pria berkepala plontos ini.
Ditemui di sela acara, Zamzam juga menyinggung soal lintas organisasi advokat yang harus menerapkan fungsi utamanya sebagai wadah pemersatu. “Makanya itu harus diwujudkan mental silaturahmi dan kebersamaan antar advokat. Karena inti tujuan kita sama, penegakan kode etik profesi dan penegakan keadilan,” imbuh Zamzam Wathoni SH.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC Peradi Kota Yogya, M Irsyad Thamrin SH MH, yang menghimbau kepada para anggota Peradi Kota Yogya untuk selalu menjaga profesionalisme, integritas dan kode etik profesi advokat. “Momentum syawalan ini bisa dikatakan untuk menjaga soliditas Peradi Kota agar tetap berjalan pada koridornya. Dan besar harapan kami, tidak ada anggota Peradi Kota yang melangar kode etik, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Kami juga rutin memberikan pembekalan dan pelatihan secara berkesinambungan bagi para advokat muda. Karena ini modal utama mereka dalam menjalani profesi sebagai seorang advokat,” jelas M Irsyad Thamrin SH MH.
Sementara itu ikrar syawalan dibacakan oleh Nur Ismanto SH MSi yang menyoroti soal profesi advokat yang mempunyai legitimasi formal sebagai penegak hukum. “Independensi dan integritas advokat harus terus dijaga. Karena itu elemen penting. Jangan terbawa arus,” ucap Nur Ismanto menggebu.
Pada sesi hikmah syawalan, KH Imam Syafei menuturkan jika manusia tak lepas dari dosa, khilaf, beragam masalah dan persoalan. “Suatu masalah akan mengecil jika dirahasiakan. Akan membesar jika dikeluhkesahkan. Lalu akan menjadi rumit jika diumbar kepada sesama manusia. Dan akan terurai jika kita mengadu kepada Allah SWT,” ucap KH Imam Syafei.
Kemudian acara ditutup dengan saling berjabat tangan, memaafkan satu dengan yang lain. Juga nampak hadir advokat senior Daris Purba SH. (Dol)
