Yogyapos.com (SLEMAN) - Prinsip hidup yang didapat dari Mahaguru Sejarah UGM Sartono Kartodirdjo nampaknya mempribadi pada diri Wahjudi Djaja. Sejak 2010 sampai sekarang keluar masuk desa memberdayakan potensi sejarah, adat tradisi, upacara, budaya dll mengantarkannya pada Anugerah Kebudayaan Sleman 2023.
BACA JUGA: Hidup dengan Kue Putu Sejak 1979, Ini Pendapatan Kamijan dan Wasiati Setiap Hari
Ketua Umum Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA) itu termasuk salah satu penerima Anugerah Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) untuk Kategori Budayawan. Penerima Anugerah Kebudayaan Sleman tahun 2023 yang lain adalah Niha Khoirunnisa (Anak Berprestasi Bidang Kebudayaan), Agus Sukina (Kreator), Agus Budi Nugroho (Pelestari dan Pelaku Seni), Asih (Pelestari dan Pelaku Warisan Budaya), Korem 072/Pamungkas (Pengelola Bangunan Cagar Budaya Wisma Kaliurang).
BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman memberikan penghargaan kepada individu dan lembaga yang dianggap berkontribusi pada pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan. Malam Anugerah Kebudayaan Sleman 2023 digelar Sabtu (2/12/2023) malam di Pendopo Parasamya. Penganugerahan diberikan langsung oleh Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo.
Dalam laporannya Kepada Dinas Kebudayaan Sleman Drs Edy Winarya SSn Msi menyampaikan verifikasi dan penilaian dilakukan terhadap usulan bakal calon penerima penghargaan. Penjurian dilakukan oleh sebuah tim yang profesional dan berkompeten.
BACA JUGA: Kerusuhan Bitung, Terduga Provokator di Medsos Ditangkap
“Usulan berasal dari kapanewon, organisasi/kelompok masyarakat kebudayaan dan perorangan. Anugerah Kebudayaan ini diberikan kepada pihak yang berprestasi atau berkontribusi luar biasa sesuai dengan prestasi dan kontribusinya dalam Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Bupati Sleman bersama para penerima Anugerah Kebudayaan 2023 || YP-Ist
Tim Juri terdiri atas tiga kelompok, yakni Kategori Budayawan dan Anak Berprestasi Bidang Kebudayaan (dipimpin Prof Dr Suwarno Dwijonagoro MPd), Kategori Pelestari dan Pelaku Tradisi Budaya serta Pelestari dan Pelaku Warisan Budaya (dipimpin Ir Suyata), Kategori Kreator dan Pelestari atau Pelaku Seni (dipimpin Drs Untung Waluya).
BACA JUGA: Di DIY, Laskar PPP Optimis AMIN Menang 57 Persen
Kepada yogyapos.com, Wahjudi Djaja, menjelaskan tak menyangka akan mendapat Anugerah Kebudayaan 2023. “Jujur saya direkomendasikan oleh Komunitas Kandang Kebo yang diketuai Dr Maria Tri Widayanti. Semula saya merasa tidak pantas mengingat sumbangsih untuk Sleman belum seberapa. Tetapi beliau mendorong saya dan mengatakan sangat pantas mengingat daya jelajah yang saya jalani,” ungkap dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini.
BACA JUGA: Raup Keuntungan Rp 50 Juta, Penjual Tiket Fiktif Konser Coldplay Kini Dibui
Anggota Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini mengakui, menjalani perjuangan di bidang kebudayaan adalah naluri yang diterima dari leluhur di Bayat.
Dalam konteks keistimewaan Yogyakarta, desa atau kalurahan dijadikan pilar utama pengembangan perekonomian. Desa harus dilihat secara utuh dengan pendekatan multidimensi. Pengembangan potensi sebuah desa tak bisa sporadis, asal-asalan atau satu sisi saja.
BACA JUGA: 43 Perupa Ikuti Pameran KGPAA Pakualam VIII
"Bisa rusak ekosistem yang ada di desa. Dengan pendekatan sejarah, geografi, sastra, budaya, adat tradisi dan lain-lain kita bisa melihat desa secara lebih holistik dan lebih mudah mengangkat serta memberdayakan potensinya,” pungkas jurnalis yogyapos.com ini.
Pemberian Anugerah Kebudayaan Kabupaten Sleman 2023 ditandai dengan pemasangan pin emas dan pemberian tanda penghargaan. Hadir dalam acara itu antara lain jajaran Forkompimda Sleman, Dewan Kebudayaan Sleman, para Panewu dan keluarga penerima. (Iud)
