Tempe KWT Jurug Diminati Wisman, Kini Tak Boleh Ikut Lomba karena Sering Juara

share on:
Pengurus KWT Jurug saat kedatangan Wisman, Rabu (21/6/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sukses memproduksi tempe tradisional dan mengolahnya menjadi berbagai macam olahan makanan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Jurug Bangunharjo Sewon Kabupaten Bantul banyak dikunjungi wisatawan mancanegara alias wisman.

“Jika ditotal jumlah wisatawan asing yang berwisata ke tempat ini dalam lima tahun terakhir mencapai ribuan. Bahkan pada Rabu (21/6/2023) ada beberapa orang wisatawan asing yang berkunjung kesini,” kata Ketua KWT Jurug Sumarni didampingi Jurwati dan Bendahara Prapti Suyani, disela membuat olahan tempe, di Sekretariat KWT Jurug, Jumat (23/6/2023).

Dituturkan, para wisatawan banyak yang penasaran, tertarik dan ingin mengetahui proses pembuatan tempe tradsisional (dibungkus daun) dan olahan jadi tempe. Jenis olahan makanan antara lain ekrol tempe, tempe buntal dan kripik.

Sejumlah wisman sering berkunjung dan tergiur belajar bikin tempe || YP-Supardi

Para wisatawan juga cukup berminat  membeli, memesan dan mengonsumsi olahan tempe. Menurut mereka tempe adalah makanan yang enak, aman dan menyehatkan.

Prapti mengungkapkan, harga jual olah tempe di KWT Jurug nomal saja, sama dengan harga pada umumnya. Namun produk KWT ini sangat diminati. Buktinya produknya laku keras, banyak pemesannya.

KWT Jurug berdiri pada 2010 dengan jumlah anggota 6 orang. Semakin hari semakin berkembang dan kini anggotanya tembus 25 orang. Bahkan telah berprestasi juara 1 Citi Micro Enterpreneurship Award kategori makanan dan minuman dari Fakultas  Ekonomi Universitas Indonesia pada 2013. Selain itu mendapatkan puluhan penghargaan di tingkat lokal. “Karena sering juara, KWT ini oleh pemerintah sudah tidak diperkenankan ikut lomba prestasi yang sudah diraihnya. Biasanya pengurusnya hanya sebagai juri lomba,” tandas Prapti.

Ketua KWT Jurug memroduksi tempe || YP-Supardi

Berdasarkan kenyataan itu, maka diiharapkan ada atensi pemerintah supaya KWT Jurug menjadi obyek wisata makanan yang semakin representatif.

Sementara di KWT yang memiliki motto ‘Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur’ ini juga ada Lumbung Mataraman. Ini mendukung minat kunjungan wisataan. (Spd)

 


share on: