Yogyapos.com (SLEMAN) - Potensi bahaya sebagai akibat aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jateng-DIY saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
BACA JUGA: Dr Mukhijab MA: Debat Capres 2024 Putaran Pertama, 'Incumbent' Tersengat Energi Perubahan
Hal tersebut disampaikan oleh petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Sopari dan Yulianto dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12/2023) dini hari. Menurut dia data pengamatan merupakan kejadian pada Rabu (13-12-2023) pukul 00:00-24:00 WIB.
BACA JUGA: Antisipasi Kecurangan, Puluhan Advokat Yogya Bentuk Tim Siaga Kawal Pemilu 2024
“Teramati 52 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter. Teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1500 meter,” kata Ahmad Sopari.
Lebih lanjut dijelaskan, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro guguran lava mencapai sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
BACA JUGA: 214 Kaum Milenial 'Gaspol' Konsolidasi untuk Pemenangan Prabowo-Gibran
“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” jelas dia.
Pihaknya menandaskan status Gunung Merapi dalam level III (Siaga), maka menghimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” tandasnya.
BACA JUGA: Nonton Bareng Debat Capres, Joko Purnomo Ajak Semua Kader Sebarkan Visi-Misi Ganjar
“Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), PVMBG terus melakukan pengamatan, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” imbuhnya. (*/Opo)
