Yogyapos.com (BANTUL) - Tim Verifikasi dan Validasi Lapangan ISIM (Integreted Sustainability Indonesia Movement) For Cities For Regensi melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Jamu Kiringan Canden Kabupaten Bantul, Rabu (4/10/2023).
Tim ini terdiri dari Pemerintah Pusat (Bapennas) dan surveyor dipimpin oleh Ketuanya Dr Cand Muhrina Anggunsari Hasibuan SHUT MSi.
Para perajin jamu || YP-Supardi
“Kami berkesan pada Desa Wisata Jamu Kiringan. Desa ini merupakan potensi khusus, yang diajukan oleh pihak yang kami kunjungi. Yang potensinya kebanyakan di bidang pertanian bahkan tentang sampah. Namun ini spesifik yaitu jamu,” kata Ketua Tim ISIM, Dr Cand Muhrina Anggunsari Hasibuan SHUT MSi.
BACA JUGA: Wisuda 635 Mahasiswa Unjaya Dihadiri Amelia Yani, Danrem 072/Pmk Bacakan Sambutan Kasad
I-SIM merupakan gerakan inisiatif untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi mutu stakeholders. Tujuannya agar lokasi yang dikunjunginya mampu mengembangkan potensi yang ada.
Menurut Muhrina, hasil verifikasi dan validasi lapangan ini akan disampaikan ke Bapennas untuk menentukan pengangaran di bidang pembangunan nantim
BACA JUGA: Dari Buruh ke Bisnis Peternakan, Sutardi Memproduksi 2.000 Anak Ayam Setiap Hari
Sementara itu, Kepala Bapeda Bantul Ir Fenti Yusdhayati MT mengugkapkan, sebelum peninjauan ke lapangan, Tim I-SIM sudah ke Pemkab Bantul guna memperoleh pemaparan.
Pemberian jamu kepada Tim Verifikasi || YP-Supardi
BACA JUGA: Bupati Dorong Klomtan 'Moro Seneng' Mororejo Produksi Cabai Sehat Ramah Lingkungan
“Kami mengajukan dan menunjuk Kiringan untuk di ferifikasi dan validasi karena merupakan sesa wisata jamu gendhog. Potensinha banyak terkait dengan kesehatan, pertanian, pendidikan, lingkungan hidup dan seni budaya. Ini juga terkait bahwa jamu sudah ada sejak jaman kerajaan,” katanya.
Pada kesempatan sama, Lurah Canden Beja WTP, menuturkan pihaknya mengharapkan agar dalam verifikasi dan validasi kali ini, Dusun Kiringan dapat lolos dan akan memeroleh atensi Pemerintah maupun surveyor guna pengembangan desa ini. (Spd)
