Umbu Landu Paranggi 'Pergi' Tapi Tetap Abadi

share on:
Dengan khidmat paraa sastrawan membacakan puisi ikarya Umbu Landu Paranggi || YP-Ist

Peringatan 7 hari meninggalnya sastrawan berjuluk ‘Presiden Malioboro’ Umbu Landu Paranggi oleh para sastrawan Yogya dihelat dengan pembacaan puisi karya-karyanya maupun testimoni. Acara digelar di Jogja Library Center (JLC), Jl Malioboro, Senin (12/4) siang.

Panitia sengaja mengadakan di seputaran Malioboro, lantaran Umbu semasa hidupnya berjibaku dan berkarya di Malioboro, tepat di tempat tersebut yang dahulu dijadikan markas Persada Studi Klub sekaligus kantor redaksi Sura Kabar Mingguan Pelopor. Di koranb tersebut pula dulu almarhum menjadi redaktur sastra.

Melalui PSK dan Koran Pelopor itulah rentetan sastrawan-sastrawan besar lahir dari tangan dingin almarhum. Seperti Cak Nun, Yudhistira Adinugroho, Korrie Layun Rampan, Iman Budhi Santosa, dan lainnya. Hingga generasi terakhir Suminta A Sayuti, Mustofa W Hasyim dan Boedi Ismanto SA.

Koordintaor acara Sigit Sugito mengatakan, Umbu peunya pengaruh kuat di dunia sastra Indonesia. ”Orangnya teguh dengan pendirian, ulet, tidak pelit berbagi ilmu. Dia juga ikut membidani lahirnya Perasda Stui Klub (PSK) di era 70-an. Di dunia kesustraaaan Umbu dijuluki ‘Presdiden Malioboro’,” Sigit.

Sejumlah sastrawan, penggiat batik, politikus, senator, musisi, perempuan milenial pun hadir membacakan puisi sang maestro. Puisi seperti Sabana, Kuda, Ibunda Tercinta, Doa. Karya-karya pria asal Sumba ini dalam, penuh makna dan menyayat hati. Dalam kegiatan tersebut juga dideklrasikan  pembentukan Museum Sastra Yogya. “Umbu pergi (wafat) tapi ia tetap abadi bagi kami,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, nilai historis Malioboro tidak bisa tergantikan. Masyarakat Sastra Yogyakarta mendeklarasikan pendirian ‘Museum Sastra Yogyakarta’ sebagai bagian dari dunia pendidikan dan dunia pariwisata. “Sekaligus sebagai pusat pengetahuan, juga tempat berhimpun untuk melahirkan dan mencipta karya-karya yang tersinergi dengan dunia sastra,” tandasnya. (Fadholy/Met)

 

Dengan khidmat paraa sastrawan membacakan puisi ikarya Umbu Landu Paranggi || YP-Ist

 

 


share on: